Categories: BERITA UTAMA

Dibeli dari Surabaya dan Gunakan Kapal Laut

JAYAPURA– Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Papua terus melakukan pengembangan kasus penyelundupan senjata api dan amunisi (Senmu) ke Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) Puncak Jaya Lerimayu Telengen. Tersangka dalam kasus ini adalah YE (28), seorang mantan anggota TNI AD yang dipecat pada tahun 2022 karena terlibat dalam kasus jual beli senjata.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige Renwarin, menegaskan bahwa penyelundupan Senmu ini tidak ada kaitannya dengan politik, khususnya Pilkada Puncak Jaya. Pernyataan ini menanggapi isu yang beredar bahwa penyelundupan tersebut terkait dengan aksi saling serang antara pendukung pasangan calon Bupati di Puncak Jaya.

“Kami pastikan penyelundupan ini murni tindakan tersangka, tidak ada kaitannya dengan Pilkada Puncak Jaya,” tegas Patrige pada Sabtu (9/2).

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan adalah 3 pucuk senjata api laras panjang, 4 pucuk senjata api laras pendek, dan 882 butir amunisi kaliber 9 mm dan 5,6 mm. Selain itu, penyidik juga menyita uang sebesar Rp 369.600.000,00 (tiga ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah) dari rekening pribadi tersangka yang diduga merupakan hasil transaksi dengan KKB.

“Tidak ada barang bukti lain selain yang telah kami sebutkan. Tersangka membawa barang-barang ini melalui kapal laut,” ujar Patrige.

Tim penyidik Polda Papua telah berangkat ke Surabaya untuk mengusut asal-usul dan kepemilikan Senmu yang diselundupkan oleh YE. Dari hasil penyelidikan awal, Senmu tersebut merupakan produk buatan PT Pindad yang berasal dari Surabaya.

YE saat masih menjadi anggota TNI)

“Saat ini anggota Tim Opsnal dan ODC kami sudah berada di Surabaya untuk mengusut darimana Senmu ini berasal, dibuat oleh siapa, serta proses perangkaian dan pasokannya. Itu yang sedang dilakukan personel kami di sana,” jelas Irjen Pol Patrige. Modus penyelundupan yang digunakan YE terbilang baru, yaitu dengan menyimpan senjata api dan amunisi di dalam tabung mesin kompresor. “Ini modus baru karena orang mengira ini hanya kompresor, ternyata isinya senjata,” jelasnya.

Penyidik Polda Papua terus melakukan pengembangan kasus untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terafiliasi dengan penyelundupan Senmu ini. “Kami pelan-pelan menanyakan apakah ada pihak lain selain anggota KKB Puncak Jaya yang terlibat,” tandas Irjen Pol Patrige. Irjen Pol Patrige juga menegaskan bahwa secara institusi, Polri dan TNI memiliki nasionalisme yang tinggi. Adapun oknum yang melanggar aturan, seperti YE yang merupakan mantan anggota TNI, hanyalah individu yang tidak mewakili keseluruhan institusi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Jalur Alternatif Entrop-Kampung Buton Rusak

  Kerusakan paling krusial ditemukan tepat setelah tikungan jembatan terowongan menuju tikungan tajam Kampung Buton…

5 minutes ago

PUPR Jayapura Mulai Data Rumah Korban Kebakaran

   Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jayapura, Asep Khalid, mengatakan pendataan…

1 hour ago

BRI Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Kebakaran Mandala

   Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 18 Jayapura,…

2 hours ago

Pengelolaan Rupbasan Beralih ke Kejaksaan

   Peralihan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan presiden nomor 155 tahun 2024 yang di tindak lanjuti…

3 hours ago

JPO Abepura Mulai Direnovasi

   Terlihat sekitar empat orang pekerja sedang sibuk melakukan penanganan teknis di atas jembatan. Kendati…

4 hours ago

Diduga Hilang Fokus, Truk Tabrak Tiga Motor di Jalan Kemiri–Sentani

Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil, mewakili Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K.,…

5 hours ago