

Gubernur Papua Lukas Enembe (foto: Elfira/Cepos)
Soal Siapa yang Dibawa Tak Disampaikan KPK
WAMENA – Trigana Air Service pastikan penjemputan Gubernur Papua oleh KPK RI yang menggunakan pesawat ATR 72 Seri 300 dari bandara Sentani Jayapura hanya sampai di Bandara Sam Ratulangi Manado dan tak sampai ke Jakarta sesuai dengan MoU carteran bahkan pihak maskapai tak tahu siapa yang akan diterbangkan sebelumnya.
Area manager Trigana Papua melalui Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri saat menghubungi Ceposonline via selulernya menyatakan tak benar jika Trigana Mengantar Gubernur Papua Lukas Enembe sampai ke Jakarta.
“Kita hanya diminta untuk antar ke Manado, tapi kita juga tidak di beritahu siapa yang akan di bawa mereka hanya minta kami untuk antar ke Manado,”Ungkapnya Selasa (10/1) via selulernya.
Bagian ini perlu di klarifikasi jika Trigana Air Service tak punya kepentingan apapun dengan kasus Gubernur Papua dan juga dengan KPK, Trigana Perusahaan yang sudah lama berada di Papua dalam memberikan pelayanan angkutan jasa penerbangan.
“Jadi kita tidak pernah di beritahu kalau yang akan dibawa ke Manado itu pak Lukas oleh KPK, kita hanya diminta antar carteran sampai ke Manado saja, sehingga tak ada kepentingan kami dengan kasus ini,”beber Michael Biduri
Michael juga menyebutkan apabila ada isu yang menyatakan Trigana beraviliasi dengan aparat untuk membawa Gubernur Papua, itu sama sekali tidak benar sebab dari awal Trigana tak tahu yang dibawa itu adalah Gubernur Papua.
“Sekali lagi MoU carteran hanya sampai Manado dan pesawat tersebut akan kembali ke Jayapura, kita tidak lanjutkan penerbangan sampai ke Jakarta,”Tutupnya. (jo/gin)
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…