Categories: BERITA UTAMA

Lima Kasus Penyalahgunaan, Rugikan Negara Rp 4,2 M

Direskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Ricko Taruna (kanan) didampingi Kasubdit Tindak Pidana Korupsi, AKBP  Yohanes Agustiandaru saat memberikan keterangan pers, Kamis (9/1).( foto: Elfira/Cepos)

JAYAPURA – Sepanjang tahun 2019, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua mencatat ada lima kasus penyalahgunaan dana desa yang menelan kerugian negara sebesar Rp 4,2 M.

Lima kasus penyalahgunaan dana desa ini terjadi di lima kabupaten yaitu  Kabupaten Merauke, Asmat, Jayapura, Nabire dan Kabupaten Keerom.

Dirkrimsus Polda Papua, Kombes Pol Ricko Taruna menjelaskan, penyalahgunaan dana desa terbanyak yakni terjadi di Kabupaten Merauke dengan nilai Rp 1.820.195.295. Disusul Kabupaten Asmat sebesar  Rp 1,262,975,650, Kabupaten Jayapura Rp.764.403.592, Kabupaten Nabire Rp 337.927.000, dan Kabupaten Keerom Rp 70.000.000.

“Kalau dilihat dari data yang ada, untuk penyalahgunaan dana desa terbanyak sejauh ini yakni berada di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Asmat,” ungkap Ricko didampingi Kasubdit Tindak Pidana Korupsi, AKBP  Yohanes Agustiandaru kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (9/1).

Adapun motif dalam kasus penyalahgunaan dana desa kata mantan  Kapolres Biak Numfor ini yakni untuk memperkaya diri sendiri.

“Ada beberapa faktor penyebab kasus penyalahgunaan dana desa yakni memperkaya diri sendiri. Ada juga ketidakpahaman terkait penggunaan serta pertanggungjawaban keuangan itu seperti apa,” tuturnya.

Dikatakan, kasus ini rata-rata melibatkan oknum kepala kampung yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun ada pula oknum perangkat kampung terlibat dalam kasus tersebut.

Adapun dalam rangka pengawasan dana desa, pihaknya telah membangun koordinasi dengan beberapa pihak salah satunya Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

“Berdasarkan MOU, ada pemulihan dimana pengembalian dana desa. Namun apabila pemulihan itu tidak bisa dilakukan maka secara otomatis akan naik pada taraf penyelidikan oleh penyidik,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

2 minutes ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

1 hour ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

2 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

3 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

4 hours ago

Di Sentani, Pejalan Kaki Tewas Akibat Tabrak Lari

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan,melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan korban…

5 hours ago