Categories: BERITA UTAMA

Buku Menjadi Papua Sentil Pergerakan Mahasiswa Zaman ke Zaman

“Untuk itu, mengingatkan kepada mahasiswa bahwa apa yang mereka lakukan hari ini pernah dilakukan di masa lampau, tapi situasinya beda,” ujarnya. Paskalis juga menyoroti pola aksi mahasiswa saat ini yang menurutnya terkadang justru mengganggu aktivitas pendidikan. Ia mencontohkan pemalangan kampus dan penutupan ruang kuliah yang dinilainya tidak sejalan dengan fungsi kampus sebagai tempat belajar dan menyiapkan masa depan Papua.

“Ini buku kecil hanya mengingatkan saja supaya jangan merasa puas dengan apa yang terjadi hari ini, karena perjuangan belum selesai dan agenda belum selesai,” katanya. Menurut Paskalis, berbagai gejolak yang masih terjadi di Papua menunjukkan bahwa sejumlah agenda perjuangan masa lalu belum sepenuhnya selesai. Ia menilai mahasiswa perlu terus membaca situasi dan menuliskan pemikiran serta pengalaman Papua.

“Pesan kepada anak-anak Papua harus menulis. Secara situasi, dunia ini berubah karena orang menulis,” tegasnya. Di tempat yang sama, Kepala Komnas HAM Papua sekaligus mantan Ketua Panel dan Koordinator Aktivis Nasional Papua 1998, Frits Ramandey, mengatakan gerakan aktivis 1998 memiliki momentum penting dalam memperjuangkan hak-hak dasar orang Papua.

Menurutnya, gerakan mahasiswa Papua pada masa itu tidak dibangun berdasarkan sekat wilayah maupun identitas kelompok. Karena itu, gerakan mahasiswa seharusnya tetap menjadi gerakan moral yang mampu memperjuangkan kepentingan publik secara luas. “Kita ingin pergerakan mahasiswa Papua menjadi fondasi perubahan moral yang mampu mengubah kebijakan, jadi gerakan mahasiswa itu adalah gerakan yang terstruktur,” tegasnya.

Frits mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak justru membuat masyarakat takut atau memperlebar sekat antara kelompok masyarakat. “Kita harap para mahasiswa dalam seluruh gerakan moral jangan sampai gerakan moral kita mengakibatkan orang menjadi takut, terkotak-kotak antara gunung, pantai, Papua dan non-Papua. Gerakan mahasiswa adalah gerakan moral yang bisa mengakomodasi seluruh kepentingan publik dan membuat orang menjadi sejahtera,” ujarnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Empat Dekade Bertahan di Tengah Bara, Menyalakan Harapan Bagi Buah HatiEmpat Dekade Bertahan di Tengah Bara, Menyalakan Harapan Bagi Buah Hati

Empat Dekade Bertahan di Tengah Bara, Menyalakan Harapan Bagi Buah Hati

Setelah proses pembakaran selesai, batu bara tersebut dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp80…

18 hours ago

Pemain Berharap Suporter  Tetap Berikan Dukungan

Pemain Persipura Jayapura, Rafael Sunuk meminta seluruh masyarakat Papua maupun pecinta Persipura untuk tetap memberikan…

1 day ago

Kabut Asap Kian Parah di Boven Digoel, Sekolah Diliburkan Tiga Hari

Kebijakan ini diambil menyusul kabut asap dan kondisi kualitas udara yang berpotensi membahayakan kesehatan serta…

1 day ago

Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Targetkan Eliminasi MalariaTahun 2027

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Rudi Aibesa, S.KM, M.Kes menyatakan pelatihan yang melibatkan dokter…

1 day ago

Kini di Mimika Beli Minyak Tanah Pakai Barcode

Melalui kebijakan baru ini, setiap warga yang sudah terdaftar berhak membeli minyak tanah hingga 20…

1 day ago

Seorang Mahasiswa Ditemukan Tewas di Pasar Lama Sentani, Diduga Dibunuh?

Seorang mahasiswa berinisial ND (27) ditemukan meninggal dunia di kawasan Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura,…

1 day ago