

"Berdasarkan hasil Monitoring Musim Hujan 2024/2025 dasarian III Desember 2024, wilayah Papua yang berada dalam zona musim saat ini memasuki periode musim penghujan," ujar Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre ketika dihubungi Cenderawasih Pos
JAYAPURA – Selain hujan ringan, potensi hujan kategori sedang hingga sangat lebat dapat disertai petir dan angin kencang masi dapat terjadi dalam sepekan kedepan di wilayah Papua khususnya Kota Jayapura. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura memprediksi cuaca sepekan di wilayah Provinsi Papua, yaitu 7-13 April 2025, berpotensi terjadi hujan lebat namun tidak setiap hari.
Menurut Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, menyampaikan bahwa sepekan kedepan dibeberapa wilayah Papua diprakirakan akan didominasi curah hujan dengan kategori Rendah hingga Tinggi (0 – 200 mm).
Jelasnya berdasarkan hasil Monitoring BMKG menunjukkan musim Hujan di Papua menunjukkan bahwa wilayah Zona Musim (ZOM) tipe Monsunal ll terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan, masih mengalami musim hujan.
Sementara Kota Jayapura, Kabupaten Keerom bagian utara, dan enam kabupaten lainnya mengalami hujan sepanjang tahun karena termasuk tipe hujan satu musim. Lanjutnya mengatakan prakiraan curah hujan dasarian I April 2025 dibeberapa wilayah Pulau Papua diprakirakan akan didominasi curah hujan kategori Rendah hingga Tinggi (0 – 200 mm).
“Dinamika atmosfer terkini (7 April 2025) menunjukkan anomali suhu muka laut lebih dari 1°C di atas rata-rata, dengan akumulasi uap air yang tinggi di atmosfer Papua. Pantauan gelombang atmosfer menunjukkan adanya gangguan gelombang Tipe Low yang terpantau aktif di sekitar utara Papua dan berperan dalam peningkatan intensitas hujan,” jelas Ezri dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/4).
Selain itu, kata Ezri terdapat gangguan pola angin di wilayah utara pulau Papua yang turut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Tak hanya itu pada wilayah selatan pulau Papua juga terdapat adanya pola siklonik yang dapat menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan khususnya di wilayah Papua Tengah dan Papua Selatan.
Page: 1 2
Lari 5K biasanya membutuhkan sepatu yang mendukung kecepatan dan kenyamanan sekaligus. Saat memilih sepatu, berapa…
“Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Papua tidak boleh hanya dipandang sebagai simbol…
Wali Kota Abisai Rollo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang agar lebih…
Herlin Beatrix Monim menjelaskan, pembahasan Ranwal RPJMD dilakukan berdasarkan ketentuan Pasal 261 Undang-undang Nomor 23…
Pemantauan diawali di Pasar Sentral Hamadi. Dari hasil pengecekan di sejumlah kios, harga beras…
Imbauan itu disampaikan berkaitan dengan rencana pelaksanaan operasi keamanan di wilayah Kembru. Menurut warga tersebut,…