

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua mulai melakukan langkah serius dalam menertibkan aset daerah yang selama ini tersebar dan belum terkelola secara optimal, baik di dalam maupun luar wilayah Papua.
Hal ini disampaikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dalam agenda pembahasan internal yang digelar di Gedung Negera Dok V, Sabtu (4/4). Ia menegaskan bahwa penataan aset menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh barang milik daerah masih tersedia dan tercatat dengan baik.
“Ada dua agenda kami yang dibicarakan. Pertama terkait dengan aset-aset Pemerintah Provinsi Papua yang tercecer di berbagai tempat, baik di tanah Papua maupun di luar Papua,” ujarnya.
Menurutnya, penertiban aset menjadi krusial karena masih terdapat sejumlah barang yang belum terdata secara optimal, bahkan berpotensi hilang jika tidak segera ditelusuri.
“Karena kita harus tahu barangnya itu masih ada sesuai dengan data yang ada, dan juga barang yang memang pernah dibeli tetapi belum tercatat dengan baik,” katanya.
Pihaknya akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk menelusuri keberadaan aset-aset tersebut, termasuk yang berada di wilayah perairan. “Tadi kami bicara memanggil orang-orang tertentu untuk berkaitan dengan aset-aset kita yang tercecer mana-mana, termasuk yang ada di laut,” ucapnya.
Selain itu, Pemprov Papua juga memfokuskan perhatian pada aset yang berkaitan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), baik berupa venue maupun peralatan pendukungnya.
“Ini akan berlanjut pada pengecekan terhadap bukan hanya venue-nya, tetapi juga peralatan yang ada di venue-venue itu supaya saya bisa pastikan bahwa peralatan yang dibeli, cukup mahal-mahal itu, masih ada barang-barangnya di mana,” ujarnya.
Gubernur menyebut, aset-aset tersebut nantinya akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung persiapan menuju pra-PON dan PON di wilayah NTB dan NTT. Sejumlah langkah konkret pun telah diperintahkan, termasuk kepada Sekretaris Daerah untuk segera membentuk tim kecil guna menangani pengelolaan aset secara intensif.
“Saya sudah memerintahkan Sekda untuk membentuk tim kecil terkait penanganan aset,” katanya.
Ia optimistis, pengelolaan aset yang baik dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dengan pengelolaan aset yang baik, itu tentunya akan menghasilkan PAD yang cukup signifikan bagi Provinsi Papua,” ujarnya.
Page: 1 2
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…