Categories: BERITA UTAMA

Cepat atau Lambat Pantai Ciberi Akan Hilang?

JAYAPURA– Keberadaan Jembatan Youtefa itu juga menjadi salah satu ikon wisata di Kota Jayapura saat ini. Sayangnya Jembatan Youtefa yang dibangun diera Pemerintahan mantan Presiden Jokowi tersebut ternyata membawa dampak terhadap kawasan pantai disekitarnya.

Cepat atau lambat keberadaan Pantai Ciberi di Teluk Youtefa, Kota Jayapura diprediksi akan hilang. Hal itu disebabkan karena terjadi perubahan pola arus dasar laut. Fenomena ini terjadi akibat kehadiran tiang jembatan teluk Youtefa.  Hal ini diungkapkan oleh, Akademisi Uncen bidang Geomorfologi, Yehuda Hamokwarong, SPd, M.Sc, Kamis (6/2).

“Kalau pola arus itu berubah maka morfologi pantai juga berubah termasuk dasar laut, Oleh karena itu menurut saya, cepat atau lambat Pantai Ciberi itu akan habis,”katanya.

Dia tak menampik, sejak awal pembangunan jembatan itu ada dampak positif dan negatif, positifnya sarana transportasi menjadi lancar kemudian masyarakat Jayapura juga untuk akses ke wilayah Keroom dan sekitarnya menjadi cepat dan singkat dan  yang paling penting juga ada pertumbuhan ekonomi.

“Meski di sisi lain kehadiran jembatan itu telah memberikan pengaruh yang sangat positif terutama memperlancar arus lalu lintas dan pertumbuhan ekonomi,”ujarnya.

Dikatakan, dampak negatif yang nyata akibat kehadiran Jabatan itu adalah terjadinya abrasi yang ditimbulkan akibat keberadaan Jabatan itu terutama di sepanjang Pantai Holtekam sampai dengan Jembatan Merah itu kurang lebih 8 km.

“Terutama yang ada di kaki jembatan itu, Pantai Ciberi,”bebernya.

Yehuda Hamokwarong (foto:Mboik Cepos)

Mengapa Pantai Ciberi mengalami degradasi atau abrasi yang cukup parah,  itu karena terjadi perubahan pola arus. Kalau terjadi perubahan pola arus laut itu artinya, mengubah morfologi dasar laut dan pesisir. Dasar lautnya itu berubah karena tekanan, ketika tiang-tiang jembatan itu berdiri pola arusnya itu berubah.

Pola arus yang awalnya itu bersifat linear atau searah, tetapi ketika setelah berdirinya jembatan itu pola arusnya menjadi turbulence atau tidak teratur, akhirnya pola arus itu sulit diprediksi, berubah total.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

13 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

14 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

15 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

16 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

18 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

19 hours ago