Menurut Edi, antrian solar subsidi pasti terjadi, karena permintaan solar subsidi tinggi, sementara solar non subsidi (dexlite) tidak pernah ada antrian kendaraan.
“Kami sudah menyiapkan dua pilihan jika konsumen ingin yang lebih cepat dan tidak mengantri, bisa memilih solar non subsidi, sementara yang ingin menggunakan solar subsidi tetap harus mengantri, ” tambahnya.
Diakuinya, antrian solar bukan saja di SPBU Nagoya, di SPBU lainnya juga kerap kali terjadi antrian solar dan momen seperti ini selalu terjadi setiap akhir tahun.
“Tetapi kami pastikan bahwa ketersediaan BBM baik subsidi maupun non subsidi, dalam keadaan aman, kami pastikan ketahanan stok rata-rata 15 hari kedepan, baik itu solar subsidi, pertalite, pertamax, dexlite, gas, avtur hingga minyak tanah, ” pungkasnya. (ana/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Capaian ini menjadi momentum penting yang menandai lahirnya generasi baru akademisi dan profesional…
Bupati Mimika Johannes Rettob membenarkan bahwa seluruh aparatur pelayanan dasar telah ditarik ke ibu kota…
Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara…
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah…
Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa…
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka…