“Mereka harus mewujudkan semangat ekonomi Otsus yang berlandaskan pada pembangunan dan keberpihakan pemberdayaan perlindungan bagi OAP,” ujarnya.
Yang paling penting, menempatkan orang dalam struktur birokrasi jangan karena ada kepentingan politik tertentu. Tetapi, merekrut penempatan SDM yang bekerja sebagai bawahan atau pembantu gubernur merupakan orang-orang yang memiliki jiwa profesionalitas yang baik.
Selain itu juga, secepatnya menyelesaikan reformasi birokrasi dan membangun konsolidasi politik. Yang tak kalah penting adalah politik merangkul. “Saya yakin mereka berdua memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memimpin lembaga pemerintahan. Kita harap mereka dapat menuntaskan seluruh program kerja hingga 5 tahun yang akan datang,” pungkasnya. (fia/ade)
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…