

Polisi Didesak Segera Ungkap Pelaku
JAYAPURA – Kematian Nur Alisa Aulia, bocah 3,5 tahun menjadi pembahasan masive di tengah masyarakat Kota Jayapura. Tak ada yang menyangka jika anak sekecil itu harus tewas dengan perlakuan yang sadis. Belum lagi setelah ditemukan, warga masih menyimpan rasa penasaran siapa orang yang tega melakukan hal tersebut.
Jasad Nur Alisa sendiri ditemukan tewas di dalam kolam belakang rumahnya, di Koya Barat, Kota Jayapura pada Rabu (2/4) malam.
Tak sedikit juga yang mempertanyakan peran kedua orang tuanya dalam menjaga dan mengawasi sang anak. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (Apik) Jayapura sekaligus pemerhati anak, turut mengutuk pelaku dalam kejadian ini.
APIK juga menyesalkan respon orang tua yang dianggap tidak terlalu fokus pada anak. Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila kepada Cenderawasih Pos melihat bahwa kedua orang tua korban terkesan orang tua lalai dalam melakukan pengawasan terhadap anak. Padahal, anak sekecil itu menurutnya, perlu pengawasan ekstra.
“Kami mengecam tegas jika kematian anak ini disebabkan penganiayaan atau pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. Anak sekecil itu tidak bisa melawan kemudian dihabisi nyawanya, itu tega sekali,” tutur Nur Aida Duwila, Jumat (4/4).
Jika kemudian balita 3,5 tahun itu menjadi korban penyiksaan, LBH Apik mendesak polisi segera menemukan pelakunya dan memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang menghilangkan nyawa orang lain.
“Polisi harus mampu mengungkap pelakunya, siapa dalang di balik pembunuhan terhadap anak ini,” tegasnya. Terhadap kejadian ini, Nona mengingatkan bahwa orang tua harusnya menjaga anak dengan sebaik-baiknya dan tidak percaya kepada lingkungannya.
Selain itu, orang tua juga harus berperan aktif dan bertanggungjawab terhadap setiap anak yang dilahirkannya. Melindunginya dan menjaganya sebaik mungkin. “Sebagai aktivis anak, saya sangat menyayangkan sikap kita sebagai orang dewasa yang menyakit anak-anak yang tidak berdosa. Termasuk minimnya pengawasan dari orang tua,” ujarnya.
Page: 1 2
Bagi pasien yang tubuhnya kian rapuh akibat terapi, menaiki tangga karena lift rusak bukan sekadar…
Dikatakan, pihaknya memiliki tugas pada aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan. Namun, koordinasi dengan pengelola…
Hal ini dinilai krusial agar setiap program pemerintah dapat diterima dan dirasakan manfaatnya secara optimal…
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Papua Sri Utami mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan MBG sebagai bagian…
“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung 'Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’…
‘’Pelakunya 2 orang. Satu membawa parang dan satu pelaku lainnya membawa pisau. Luka besar pada…