Kombes Fredrickus memastikan pihaknya menjamin keamanan dan kenyamanan warga Kota Jayapura di tengah beredarnya isu pemalangan ini. Sehingga Masyarakat diimbau untuk menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa perlu merasa khawatir.
“Masyarakat tidak perlu kaku, silakan beraktivitas seperti biasa. Kami pastikan keamanan masyarakat akan terjamin,” tegasnya.
Adapun rencana aksi tersebut berdar luas di berbagai media sosial. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Ondoafi Tobati-Enggros, Pdt. Petrus Yahe Hamadi, dan Ketua Dewan Adat Tobati, Pdt. Yafet Dawir.
Dalam surat tersebut, pihak adat berencana melakukan pemalangan sementara pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WIT. Aksi ini merupakan bentuk protes atas belum terealisasinya pembayaran ganti rugi dari Pemerintah Provinsi Papua terkait pembangunan Jembatan Youtefa dan jalan Ringroad. Meski pihak adat menjamin aksi akan berjalan tertib, kepolisian tetap memprioritaskan agar akses publik tidak terputus. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…
Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…
Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…
Primus pun meminta aparat keamanan selaku penegak hukum agar bertindak cepat mengungkap motif di balik…