Categories: BERITA UTAMA

Nabire Pintu Gerbang Masuk Senpi dan Amunisi Ilegal

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan salah satu tersangka jual beli senjata amunisi di Kabupaten Nabire, Selasa (5/1) ( FOTO: Elfira/Cepos)

*Polisi Buru Pembeli Utama Senjata Api dan Amunisi

JAYAPURA- Kabupaten Nabire menjadi pintu gerbang masuknya senjata api (senpi) dan amunisi yang berasal dari negara Filipina melalui Sulawesi Utara dan Kabupaten Sorong. 

Tercatat beberapa pelaku diamankan di Nabire sepanjang tahun 2020 terkait jual beli senpi dan amunisi ilegal.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, Kabupaten Nabire merupakan tempat pasokan amunisi ke daerah pegunungan tengah Papua. Pihaknya masih mentelusuri tersangka lainnya terkait  penjualan amunisi sesuai keterangan para tersangka yang sudah diamankan sebelumnya.

 “Upaya yang dilakukan dalam rangka menghambat terjadinya peredaran senjata api dan memutus mata rantai jual beli amunisi di Papua yakni, melakukan kegiatan patroli dan razia kepolisian di wilayah daratan Papua baik siang, malam atau dini hari. Hal ini agar mobilisasi para pelaku terhambat,” ucap Kamal kepada Cenderawasih Pos, Rabu (6/1).

 Menurut Kamal, pada tahun 2020 terjadi peningkatan kasus kekerasan senjata api yang ada di Kabupaten Intan Jaya yang diduga adanya keterlibatan beberapa pelaku dari wilayah Nabire dan pegunungan tengah  Papua.

 “Mata rantai peredaran senjata api dan amunisi kita telusuri  dan dalami. Karena ada beberapa nama yang disebut para tersangka yang sudah ditangkap,” kata Kamal.

 Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu. Abdul Gani Wildan mengatakan, pengungkapan jual beli senjata dan amunisi yang berhasil diungkap di Kabupaten Nabire berawal dari Filipina masuk ke Sulawesi Utara, Papua Barat lalu menuju Nabire.

 “Untuk harga jual senpi puluhan juta rupiah perpucuknya,” kata Abdul Gani. 

Lanjut Abdul Gani, selain beberapa tersangka yang sudah diamankan terkait jual beli senjata dan amunisi di Kabupaten Nabire. Pihaknya juga sedang mengejar pelaku lainnya berinisial YT yang hingga saat ini melarikan diri.

 “Pelaku lain yang kami buru adalah Yohanes. Dia seorang pembeli utama senjata api dan amunisi,” terangnya.

Untuk aliran dana yang digunakan para tersangka untuk membeli amunisi dan senjata api sedang dalam penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Nabire. Sementara pendistribusian senjata sendiri prediksi awal mau digunakan di daerah pegunungan Papua.

 “Kita melakukan langkah anstisipasi kedepan dengan memperbanyak kegiatan penyelidikan terkait dengan tugas pokok kami. Melakukan penyelidikan terkait dengan adanya  jaringan pemasok senpi dan amunisi untuk mengantisipasi tindakan yang sudah mereka lakukukan seperti  jaringan pejualan senjata yang sudah kami tangkap,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

2 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

8 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

9 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

10 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

15 hours ago

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…

15 hours ago