Categories: BERITA UTAMA

Hasil Otopsi, Korban Alami Patah Tulang Dasar Tengkorak

Ipda Alamsyah Ali *FOTO: Elfira/Cepos

JAYAPURA-Rio (25) warga Weref Pantai, Distrik Jayapura Selatan yang menjadi korban kasus dugaan penganiayaan, diketahui mengalami patah tulang tengkorak dan kepala akibat kekerasan benda tumpul.

Hal ini berdasarkan hasil otopsi Tim DVI Bidang Dokes Polda Papua setelah melakukan penggalian makam dan mengotopsi jenazah korban di Pemakaman Buper Waena, Rabu (4/12).

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R. Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Jayapura Kota Ipda Alamsyah Ali menyebutkan, korban diduga dianiaya seorang buruh TKBM berinisial S (34), Jumat (22/11) lalu.

“Dari hasil otopsi jenazah Rio, ditemukan patah tulang dasar tengkorak kepala akibat kekerasan benda tumpul,” jelas Alamsyah Ali kepada Cenderawasih Pos, Kamis (5/12).

Terkait kasus ini, Alamsyah mengatakan, penyidik telah meminta keterangan empat orang saksi termasuk kakak korban. Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota hingga saat ini masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi lainnya.

Adapun pelaku berinisial S menurut Alamsyah, telah ditetapkan sebagai tersangka. Untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka menurutnya dikenai penahanan selama 20 hari pertama. Dimana apabila berkasnya belum selesai maka akan dilakukan perpanjangan penahanan dengan  persetujuan  Kejaksaan Negeri Jayapura selama 40 hari.

“Dari hasil  pemeriksaan saksi maupun tersangka, pelakunya tunggal dan kasus ini bukan kasus pengeroyokan,” tuturnya.

“Jadi kami menggunakan kewenangan pertama dulu yaitu menahan orang selama 20 hari, 40 hari dan 30 hari  dari pengadilan dan 30 hari kedua dari tingkat pengadilan lagi,” sambungnya.

Tersangka menurut Alamsyah, dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sekedar diketahui, perkara dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh S dilaporkan oleh kakak kandung korban. Ia menganggap kematian adik kandungnya itu tidak wajar.

Dimana Jumat (22/11) lalu sekira pukul 15.00 WIT, di Jalan Koti belakang Kantor KPLP Weref korban dalam keadaan mabuk diduga memaki isteri tersangka.

Tersangka yang tidak terima isterinya dimaki, keluar dari rumah dan langsung memukul korban pada bagian kepala dan menggunakan tangan kosong sebanyak 2 kali.

Tidak hanya itu, tersangka juga diduga memukul korban menggunakan papan cucian matoa hingga papan tersebut terbelah. Akibat hantaman tersebut, korban terjatuh dan dibawa ke rumah kosnya. Sekira pukul 19.30 WIT, rekan korban bernama Didin melihat korban sudah tidak bernyawa lagi. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Presiden Prabowo Salurkan 10 Ekor Sapi Kurban untuk Papua

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…

10 minutes ago

Polisi Kembali Bongkar Sindikat Narkotika Golongan I

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…

40 minutes ago

Tiga Warga Australia Segera Jalani Siidang di PN Merauke

Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…

2 hours ago

Bupati Merauke Ingatkan Kepala Distrik Bekerja Lebih Optimal dan Efektif

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…

3 hours ago

Pria 40 Tahun di Boven Digoel Ditemukan Tewas di Kos-kosan

Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…

4 hours ago

Korban Curas di Libarek Berhasil Selamat

Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…

5 hours ago