Categories: BERITA UTAMA

Pengamanan Terbantu Pemekaran Papua

PATROLI GABUNGAN : Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Panglima Kodam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat memimpin patroli gabungan menggunakan sepeda Motor mengelilingi Kota Wamena, baru-baru ini. ( FOTO : Denny/ Cepos )

JAKARTA, Jawa Pos-Pemerintah memiliki rencana memekarkan Papua. Pemekaran tersebut dinilai Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw akan membantu upaya pengamanan di daerah yang sempat meradang karena kerusuhan. 

Kapolda Papua menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah 13 kali mengunjungi Papua. Bahkan, hingga ke daerah terpencil, juga telah berdialog dengan banyak pihak. ”Sampai ke daerah yang kita jarang kesana,” tuturnya. 

Dengan begitu, Presiden Jokowi telah mengetahui perkembangan Papua. Menerima masukan dari banyak pihak. ”Kalau ada rencana pemekaran itu tentu aspirasi masyarakat Papua, kami setuju saja,” terangnya. 

Selama ini pemekaran selalu memperpendek jarak antara pusat dan daerah. Sehingga, komunikasi antara pusat dengan provinsi dan daerah menjadi lebih baik. ”Ini yang saya ketahui,” paparnya kemarin di Mabes Polri. 

Polda Papua sendiri mengetahui bahwa sarana dan prasana telah siap untuk memekarkan Papua Selatan. Menurutnya, sudah ada empat kabupaten dan satu kota di wilayah yang akan dimekarkan. ”Persyaratannya terpenuhi untuk itu,” paparnya. 

Dia mengatakan, dalam sisi keamanan akan sangat mempermudah bila ada pemekaran. Tentunya, upaya pengamanan akan lebih cepat karena tidak lagi berjarak. ”Tentunya rencana ini juga akan dilihat dari segi intelijen, ada Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Papua yang bisa mengetahui kondisinya,” tuturnya. 

Selain soal pemekaran, Polda Papua saat ini juga masih berupaya memerangi hoax atau berita bohong. Paulus menjelaskan, kendati keamanan telah pulih, namun ternyata hoax masih mengancam masyarakat. ”Masih ada berita hoax yang menyebar,” urainya. 

Ada beberapa kelompok yang diketahui ada di belakang penyebaran hoax tersebut. Polda telah berupaya menangkap semua penyebar hoax tersebut. ”Terus ditangkapi,” papar mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut. 

Dengan itu, Polda Papua juga meminta agar setiap pihak menghentikan penyabaran hoax tersebut. ”Ya, artinya sudah, jangan sebar lagilah,” ungkapnya. (idr/JPG)

newsportal

Recent Posts

Stop Klaim Tanah Adat Sebagai Milik Negara!

  Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua, Willem Zaman Bonai, menegaskan bahwa masyarakat adat…

17 minutes ago

Dua Tersangka Kasus Ganja Dilimpahkan ke Jaksa

   Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura…

1 hour ago

BGN Hentikan Sementara 14 SPPG di Papua

  Sebelas SPPG yang disuspend karena persoalan IPAL berada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten…

2 hours ago

Wali Kota: Setiap Bantuan Wajib Diawasi dan Didampingi!

  “Setiap kegiatan atau program, khususnya pembinaan dan penyaluran bantuan, baik berupa dana maupun alat…

3 hours ago

Warga Wajib Perhatikan Jarak Pasang Atribut HUT RI dari Jaringan Listrik PLN

   PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyebut jarak aman pemasangan…

4 hours ago

Retribusi Parkir Jadi Potensi PAD, Pemda Diminta Optimalkan Pengelolaannya

Dijelaskan, selama ini, aktivitas parkir terus meningkat seiring bertambahnya kendaraan dan berkembangnya pusat-pusat perdagangan, perkantor

5 hours ago