Categories: BERITA UTAMA

Kematian Mantan Bupati Yahukimo Bukan Dibunuh

JAKARTA-Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono menuturkan, meninggalnya Abock Busup ini terjadi pada 3 Oktober di Hotel Grand Mercure, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Saat itu seorang rekannya mengetok kamar nomor 1707 yang ditempati Abock. ”Tapi tidak ada respon,” ujarnya.
Rekan korban lalu meminta petugas mengecek kamar tersebut. Dua petugas hotel yang mengecek dengan mengetuk pintu tidak direspon. ”Petugas lalu mengajak rekan Abock untuk membuka pintu secara manual,” jelasnya.
Kamar tersebut dibuka sekira pukul 08.00. Saat itu mereka menemukan bahwa Abock telah meninggal dunia. Saat itu tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban dan obat-obatan di sekitar korban. ”Rekan korban mengirim jenazah ke Rumah Sakit Melia Cibubur,” ungkapnya.
Aparat kepolisian baru mendapat informasi pada 15.00 soal temuan orang meninggal dunia kamar 1707. Aparat kepolisian mendatangi hotel olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti. ”Polisi juga ke RS Melia,” jelasnya.
Aparat saat itu mendapat keterangan dokter bahwa korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Dokter tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh korban. ”Tidak ditemukan ada tanda penggunaan obat di jenazah,” tuturnya.
Lalu, kepolisian koordinasi dengan adik korban Senot Busup. Saat itu keluarga menyebut bahwa menerima kejadian ini sebagai suatu takdir. ”Keluarga tidak menginginkan autopsi dan menerbangkannya ke Jayapura,” tuturnya.
Karena itulah, penyebab kematian mantan bupati itu diyakini karena hal yang wajar. Walau begitu, Polres Jakarta Pusat terus mendalami penyebab kematian. ”Kami harap masyarakat Yahukimo tidak terprovokasi hal tidak benar,” jelasnya.
Dia mengatakan, yang berkembang di Yahukimo korban ini meninggal karena sesuatu yang tidak benar. Karena itu Polri mengklarifikasi penyebab kematian itu. ”Penyebab klinisnya hanya bisa diketahui melalui autopsi, tapi keluarga keberatan bila diautopsi,” urainya.
Penyebar isu atau hoax tersebut, dia mengatakan Polda Papua sedang melakukan pendalaman. Saat ini masih menunggu kabar dari Polda Papua bagaimana perkembangannya. ”Apakah ada penetapan tersangka atau bagaimana,” jelasnya. (fia/idr/nat/JPG)

newsportal

Recent Posts

Kasus Kusta di Papua Naik,  Siapkan Empat Strategi Untuk Mengatasi

   Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua, Purnomo Sidhi, mengatakan bahwa hingga September 2026…

23 hours ago

Kasus Malaria Masih Tinggi, Ardipura Terbanyak

   Data keseluruhan tahun 2026 belum rampung. Namun, data sementara menunjukkan kasus tertinggi berada di…

1 day ago

​Ribuan ASN dan PPPK Belum Terdata

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura resmi memperpanjang masa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hingga 15…

1 day ago

Rumah Dinas Letkol Arman Jadi Markas Judol, TNI Lakukan Penahanan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, rumah dinas tersebut ditempati oleh…

1 day ago

MBG Masih Banyak Keracunan, Kopdes Mendapat Skor Rendah

Hampir separo masyarakat Indonesia tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka.…

1 day ago

Land Cruiser Milik Tangan Kanan Nusron Wahid Disita KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil mewah Toyota Land Cruiser milik mantan Bupati…

1 day ago