Categories: BERITA UTAMA

Warga Dihimbau Kurangi Aktifitas Jelang Malam

JAYAPURA – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat menyampaikan bahwa penyidik hingga kini masih melakukan penyelidikan dari sejumlah kasus yang terjadi di wilayah pegunungan.

Mulai yang terjadi di Dogiyai, Nduga, Puncak termasuk di Yahukimo. Diakui terkadang pelaku melakukan bentuk protesnya dengan melakukan tindakan criminal baik terhadap  orang tetapi juga bangunan. Jika korban atau targetnya orang maka yang dilakukan adalah menganiaya secara sadis namun jika untuk gedung atau fasilitas umum ada kecenderungan dilakukan dengan cara membakar.

“Memang banyak fasilitas umum seperti perkantoran, gedung sekolah maupun rumah sakit yang dibakar oleh para pelaku dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tapi semua sedang ditangani oleh satuan,” jelas Ramdani Senin (5/9).

Kata Wakapolda dengan dilakukan pembakaran sejatinya akan menyulitkan masyarakat di kampung atau daerah setempat mengingat fasilitas umum ini justru untuk membantu masyarakat. Jika dibakar maka warga setempat yang akan kesulitan. “Bayangkan saja gudang beras juga dibakar ini akhirnya jadi masalah. Kalau masyarakat membutuhkan enggak ada fasilitas itu kan repot lagi,” jelas Wakapolda. Disini pihaknya meminta masyarakat ikut berpartisipasi, mengambil peran untuk mengamankan lingkungannya.

Disinggung apakah kecenderungan membakar ini dilakukan karena kekesalan terhadap pemerintah, kata Ramdani jika kecewa terhadap pemerintah bisa saja akan tetapi anehnya dilakukan hampir setiap bulan. “Ya agak aneh karena sebulan atau dua bulan sekali pasti ada pembakaran jadi kesal yang bagaimana apalagi kalau yang dibakar itu fasilitas umum,” imbuhnya. Gedung kantor, sekolah, puskesmas dibakar jelas – jelas masyarakat juga yang dirugikan. “Bagaimana dengan pelayanan kesejahteraan untuk masyarakat Papua sendiri akhirnya terhambat,” imbuhnya.

Sementara terkait kondisi Yahukimo  kata Ramdani ia dan tim Polda sudah mendatangi langsung lokasi dan hingga kini situasi masih aman dan kondusif. Disini Wakapolda juga menyampaikan soal penyampaian bupati terkait kejadian kontak senjata yang disebut di belakang kantor bupati. “Memang posisinya di belakang tapi itu jauh sekali. Untuk ke TKP itu 3 jam tapi sangat jauh dan di belakangnya itu ladang, kebun dan hutan dan aktifitas disitu tidak akan termonitor sebab memang di tengah hutan,” imbuhnya.

  Lalu terkait keamanan di beberapa wilayah dianjutkan untuk tidak melakukan aktifitas saat jelang malam. “Polres yang paham, dan kami sudah beri saran kalau bisa aktifitas jangan melakukan aktifitas setelah sore karena selama ini kejadian lebih sering terjadi pada malam hari,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

1 day ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

1 day ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

1 day ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

1 day ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

1 day ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

1 day ago