Categories: BERITA UTAMA

Menko Polhukam: Yang Penting Pilot Harus Selamat

JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa upaya menyelamatkan Kapten Philip dari KST masih terus berjalan.

”Itu semua masih dalam proses,” kata dia kepada awak media di Jakarta. Termasuk respons pemerintah atas permintaan tebusan Rp 5 miliar agar kelompok tersebut membebaskan pilot Susi Air berpaspor Selandia Baru itu.

Mahfud menegaskan, bagi pemerintah yang penting saat ini adalah keselamatan Kapten Philip. ”Yang penting satu, pilot itu harus selamat. Yang kedua TNI – Polri bertindak profesional. Yang ketiga tidak boleh ada campur tangan asing, campur tangan negara lain dalam kasus ini,” terang dia.

Tiga hal itu yang menjadi prinsip dalam upaya penyelamatan Philip. ”Sekarang terus berproses,” tambah mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut. (Idr/syn)

newsportal

Recent Posts

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

19 minutes ago

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

8 hours ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

9 hours ago

Pemkot  Diminta Perhatikan Kondisi Damkar

    Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…

11 hours ago

Dorong Kemandirian Ekonomi, DPMK Perkuat Pembinaan BUMKam

  Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha milik kampung…

12 hours ago

11 Serpihan Proyektil Diangkat dari Tubuh Korban

   Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…

13 hours ago