Categories: BERITA UTAMA

Disinyalir Ada Indikasi Suap dalam Seleksi DPRK

Terkait tudingan indikasi penyuapan atau bermain uang ini disampaikan oleh Eslie Suangburaro salah satu calon dari wilayah adat Tabi yang dinyatakan tidak lulus oleh Pansel. Hal itu diungkapkan Eslie saat mengelar konfrensi pers bersama Forum Peduli Keadilan dan Perjuangan (FPKP) Tabi-Saireri pada, Jumat (2/5) di Kotaraja.

Kecurigaannya itu berawal saat dirinya meminta surat keterangan Orang Asli Papua (OAP) kepada salah seorang oknum anggota Pansel. Ia mengatakan ada indikasi pemberian uang kepada beberapa oknum pejabat yang ada di Pansel. Karena menurutnya siapa yang punya uang mereka yang lulus walaupun punya berkapasitas.

“Saya bisa keluarkan surat rekomendasi tetapi satu surat ini Rp 5 juta,” kata oknum tersebut kata Eslie kepada wartawan. “Tetapi saat itu saya diberikan dua surat. Saat itu juga saya langsung transfer ke rekening oknum itu sebesar Rp 10 juta, bukti transfer ada di saya,” tambahnya.

Lebih oknum tersebut kata kata Eslie mengatakan kepada dirinya ‘jika ko punya uang Rp 500 juta ko bisa lolos!’.

Tetapi pada saat itu dirinya hanya memiliki Rp 100 juta. Lanjut oknum tersebut ungkap Eslie mengatakan ‘oke Rp 100 juta itu ko simpan, setiap kali nanti saya butuh, saya wa ko kirim’.. “Jadi setiap kali dia WA saya transfer, Saya transfer sampe Rp 100 juta habis bahakan tambah Rp 6. 200.000 terakhir saya kirim,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua FPKP Tabi, Daniel Toto, menyebut pihaknya mengantongi bukti kuat terkait dengan adanya dugaan suap senilai Rp 100 juta lebih itu kepada Pansel. Barang bukti yang dimaksud Toto berupa rekaman percakapan dan tangkapan layar bukti transfer yang akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

“Kami punya bukti kuat. Ada rekaman percakapan soal uang, bahkan bukti transfer. Ini akan kami serahkan ke kepolisian dan KPK agar kasus ini diusut tuntas,” kata Toto saat menggelar konfrensi pers pada, Jumat (2/5).

Menurutnya, suap senilai Rp 100 juta itu bersumber dari satu orang saja. Sementara calon lainnya juga diduga memberikan uang. “Kami duga yang lolos ini adalah pembayaran yang dikasi Rp 100 juta, kami juga punya bukti 100 juta ini hanya dari satu calon saja,” tambahnya.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Langsung Usung Tiga PoinLangsung Usung Tiga Poin

Langsung Usung Tiga Poin

Kontra Persis Solo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pembuktian dari pelatih baru…

1 day ago

“Tersandera” Kewenangan, 195 Hektar Kawasan Kumuh Mimika Sulit Dibenahi

Berdasarkan regulasi pembagian intervensi perumahan dan kawasan permukiman, pemerintah daerah tingkat kabupaten dibatasi oleh aturan…

1 day ago

Pemkab Jayawijaya Salurkan Bantuan ke Distrik Kuyawagi

Wujud perhatian tersebut diwujudkan dalam kunjungan Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH ke Distrik Kuyawgi…

1 day ago

Jalan Yongsu Spari–Yongsu Desoyo Tersisa 12 Kilometer

Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengatakan  usai melakukan peninjauan jalan yang menghubungkan Kampung Yongsu Spari dan…

2 days ago

Buka Pembahasan Perubahan APBD 2026, DPR Papsel Titip Sejumlah Aspirasi Masyarakat

DPR Provinsi Papua Selatan mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran…

2 days ago

Perkuat Program Pendidikan Bersama Australia

  Minister-Counselor Bidang Politik dan Komunikasi Strategis Kedutaan Besar Australia, Nicola Campion, mengatakan pertemuan tersebut…

2 days ago