Categories: BERITA UTAMA

Polres di Wilayah Pegunungan Diminta Waspada

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Dominggus Rumaropen saat melihat kondisi OE salah satu pelaku penganiayaan dan percobaan perampasan senjata anggota Polres Lanny Jaya yang mendapat perawatan medis setelah dilumpuhkan, Selasa (4/5). ( FOTO: Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA- Tak ingin kontak tembak di Intan Jaya atau Kabupaten Puncak bergeser ke daerah lain, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta beberapa titik Polres seperti Mulia, Lanny Jaya dan Jayawijaya waspada.

“Sebelumnya kami sudah meminta beberapa titik Polres di Pegunungan harus waspada, karena kelompok ini walaupun di daerah Lanny Jaya atau Wamena bisa dibilang mati suri tetapi masih ada kelompok masyarakat yang selalu berusaha merampas senjata dari anggota TNI mupun Polri,” kata Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan, Rabu (5/5).

Pernyataan Kapolda tersebut pasca dua warga melakukan penganiayaan dan percobaan perampasan senjata api (Senpi) terhadap personel Polres Lanny Jaya Aipda Jhonatan Bangun (42) di jalan Trans Kimbim Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (4/5).

Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh OE (24) dan YM (22) tersebut, membuat Aipda Jhonatan mengalami luka memar pada sekujur tubuh akibat pukulan benda tumpul.

“Kami berharap anggota dalam bepergian harus menjaga keselamatannya, kalau tidak terlalu penting lebih baik dia menggunakan mobil. Jangan menggunakan motor karena resikonya besar,” kata Kapolda.

Pihaknya sedang mendalami apakah pelaku percobaan perampasan senpi merupakan KKB atau bukan. “Kalau sudah memegang senjata mereka membuat kelompok baru, sehingga perlu diwaspadai seluruh anggota TNI-Polri. Setahu saya wilayah Jayawijaya dan Lanny Jaya, KKBnya sudah vakum namun tetap diwaspadai. Kandati kelompok Enden dan Puron Wenda telah mati suri tetap waspda,” pinta Fakhiri.

 Dikatakan, untuk pelaku yang sudah diamankan dengan cara dilumpuhkan setelah dilakukan pengobatan akan diproses sesuai mekanisme hukum yang ada hingga diputus di pengadilan. “Pelaku yang melarikan diri masih dilakukan pengejaran,”  pungkasnya.

Sebelumnya, dua warga melakukan penganiayaan dan percobaan perampasan Senpi terhadap personel Polres Lanny Jaya Aipda Jhonatan Bangun (42) di jalan Trans Kimbim Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (4/5).

Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh OE dan YM tersebut, membuat Aipda Jhonatan mengalami luka memar pada sekujur tubuh akibat pukulan benda tumpul. Sementara salah satu dari pelaku yaitu OE mengalami luka tembak. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

4 hours ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

5 hours ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

5 hours ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

6 hours ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

6 hours ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

7 hours ago