Categories: BERITA UTAMA

Jika Menunggu, Puluhan Pasien Bisa Mati

Sementara itu di tempat yang sama keluarga pasien yang tak mau sebutkan namanya mengaku khawatir dengan kondisi keluarganya yang sekarang sementara membutuhkan cuci darah.

“Kalau pasien tidak cuci darah hanya dua hari saja itu imbasnya kemana-mana, apalagi kalau menunggu satu Minggu mungkin semua pasien yang membutuhkan bisa mati,” ungkapnya.

Ia mengatakan hari ini, Selasa (3/9) di ruangan HD di RSUD Dok II tidak melayani Cuci darah karena penyediaan cairan HD tidak ada.

“Hari ini pelayanan cuci darah di ruangan HD di rumah sakit dok ll karena memang itu tidak ada,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa ia dan sejumlah pasien yang mengunjungi Kantor DPRP bukan tanpa alasan tetapi karena ada statement dari dari pihak manajemen RS yaitu Direktur pelayanan medis yang mengatakan bahwa penyediaan barang yang habis dipakai itu bisa ada pada 20 September 2024 mendatang.

“Kalau kami menunggu mulai hari ini sampai 20 hari kedepan berarti pasien kami mati semua, cairan tiba tidak ada pasien,” tandasnya.

Tak hanya itu kata dia, banyak permasalahan yang dihadapi selama ini, namun ia tidak menyebutkan secara detail. Bahakan mereka berinisiatif untuk mencari sendiri dan mengeluarkan uang pribadi. Sementara jaminan BPJS untuk membiayai itu telah dilakukan.

“Untuk itu saya berharap DPR sebagai wakil rakyat, tolong kita tidak tahu mau dapat uang dari mana, kami tau DPR sampaikan ke pemerintah baik daerah maupun pusat, supaya pelayanan dan barang-barang di rumah sakit dok ll ini bisa ada,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw didampingi Beatrix Monim dan Junaedi Rahim mengaku kecewa. “Tentu sangat prihatin sekali setelah mendengar aspirasi dari sejumlah pasien, keluarga pasien dan tenaga medis,” ungkap Jhony.

Ketua DPR Papua itu mengatakan bahwa, ini merupakan hal yang urgent yang perlu diselesaikan karena ini adalah soal nyawa, soal kemanusia, yang tidak bisa di tawar menawar. Ia menyebut pemerintah harus hadir untuk memberikan jaminan terkait masalah itu.

“Kami DPR sudah menerima ini, sayapun berjanji kepada mereka bahwa kita akan selesaikan pada Minggu ini, saya akan langsung menghubungi pihak rumah sakit dan juga pemerintah daerah mengambil langkah yang kongkrit, cepat, sehingga pengadaan obat dan cairan ini bisa ada,” jelasnya.

“Kami berharap kedepannya kejadian serupa tidak terulang kembali,” imbuhnya.(kar/ade).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemilik Puluhan Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai Berpeluang Diselesaikan Lewat RJ Pemilik Puluhan Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai Berpeluang Diselesaikan Lewat RJ 

Pemilik Puluhan Bungkus Rokok Tanpa Pita Cukai Berpeluang Diselesaikan Lewat RJ

Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke  Isa Ramadhan menyatakan,  penanganan kasus kepemilikan puluhan bungkus rokok…

8 hours ago

Empat Rumah Kontrakan di Gang Nirwana  Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy Tohir Sabara mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui…

9 hours ago

Mendagri Kaget Ada Fasilitas Hyperbaric Chamber di RSUD Biak

Mantan Kapolri dan Kapolda Papua ini mengapresiasi kondisi dan pelayanan RSUD Biak. Ia terkesan dengan…

10 hours ago

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…

11 hours ago

BTM: Pembangunan Sejatinya Bisa Menjaga Jati Diri dan Budaya

Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…

11 hours ago

Tahapan Seleksi Sekda Definitif Papua Pegunungan Tunggu SK dari Presiden

PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…

12 hours ago