

Aparat kepolisian dibantu tokoh masyarakat ketika melakukan dialog dan upaya untuk menenangkan massa yang kembali bentrok di Kampung Wuyuneri, Mulia, Puncak Jaya, Selaasa (3/6). (Humas Polres Puncak Jaya)
JAYAPURA – Meski sudah didamaikan dan menandatangani kesepakatan bersama, kondisi Puncak Jaya, Papua Tengah Selasa (3/6) kembali memanas. Konflik antar massa pendukung kembali pecah dan menelan korban. Kejadian itu terjadi di Kampung Wuyuneri, Distrik Mulia. Akibatnya satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Dari video yang diterima Cenderawasih Pos, meski telah dilerai oleh aparat kepolisian namun kedua pihak ngotot melanjutkan aksi saling serang. Akhirnya mobil aparat kepolisian terlihat mundur perlahan. Keterangan yang diperoleh menyebutkan bahwa kejadian massa dari paslon 01 yang berasal dari Sinak menyerang masa 02 yang sementara sedang memasak sayur.
Pelaku sempat melepas 2 kali anak panah namun meleset lalu masa yang 02 Langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku yang memanah hingga memicu aksi saling serang di kedua kubu. Korban yang meninggal adalah Gum Enumbi yang sekira pukul 12.23 WIT jenasahnya langsung dibakar.
Sedangkan dua lainnya adalah Piki Murid (17) terkena panah di tulang kering dan David Enumbi (45) terkena panah di jempol kanan. Polisi menduga pelaku yang memicu ketegangan bukan berasa dari Mulia melainkan dari luar. Kelompok yang selama ini datang dan menetap sementara di Mulia sambil menunggu waktu pelantikan.
Sebelumnya Kapolda Papua Tengah, Brigjend Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa situasi kerawanan di Mulia, Puncak Jaya bukan disebabkan oleh warga asli Puncak Jaya melainkan dari luar. Pendukung paslon yang datang dari kampung-kampung dan belum pulang karena menunggu pelantikan.
Upaya penenangan oleh aparat Polres Puncak Jaya sempat dilakukan pada pukul 11.35 WIT. Namun ketegangan belum mereda. Sekitar pukul 12.25 WIT, bentrokan kembali pecah di depan SMA Negeri 1 Mulia, Kampung Wuyuneri, Distrik Mulia. Disini seorang warga bernama Gum Enumbi yang berstatus sebagai ASN di Dinas Dukcapil tewas.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…