

Nerlince Wamuar Rollo (foto: Yohana/Cepos)
SENTANI – Majelis Rakyat Papua (MRP) sangat kecewa dengan adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang terjadi di Provinsi Papua. Pasalnya, PSU kali ini menelan banyak biaya, tidak hanya itu semua masyarakat juga menjadi korban dari kondisi yang terjadi. Ketua MRP Papua, Nerlince Wamuar Rollo melihat MRP kecewa karena melihat kinerja KPU Papua tidak berjalan dengan baik.
Diakuinya, Tugas MRP salah satunya memberikan rekomendasi kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, dan verivikasi faktual tersebut, MRP telah membentuk Pansus.
“Pansus yang kami bentuk terdiri dari empat kelompok, telah melaksanakan tugas dan tugas itu kami serahkan kepada kewenangan penyelenggara dalam hal ini KPU Provinsi Papua, kami berharap, awal yang baik, akan selesai dengan baik pula, tetapi ternyata putusan MK adalah PSU,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (3/3) kemarin.
Menurutnya, PSU akan menelan biaya yang sangat besar, sedangkan pemerintah diarahkan untuk efisiensi anggaran. “Pemotongan anggaran dimana-mana yang hampir dirasakan semua OPD di Indonesia,dampaknya juga terjadi di Tanah Papua, untuk semua OPD yang ada, bahkan di MRP juga mengalami hal yang sama,” sindirnya.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…