Categories: BERITA UTAMA

Kurangnya Minat Baca Berdampak Buruk di Era Digital

JAYAPURA – Rendahnya minat baca para pelajar Indonesia terutama di Papua menjadi isu serius yang memengaruhi kualitas pendidikan nasional dan di daerah. Kemampuan membaca tidak hanya sekadar memahami teks, melainkan juga membuka jalan menuju pengetahuan yang lebih luas.Sayangnya, kebiasaan membaca siswa di berbagai jenjang pendidikan masih jauh dari harapan.

Banyak pihak menilai bahwa tingkat literasi suatu bangsa berhubungan erat dengan kemajuan peradaban. Negara-negara dengan budaya membaca yang tinggi cenderung lebih inovatif serta mampu bersaing di kancah global.Sebaliknya, rendahnya minat baca membuat generasi muda kesulitan menghadapi tantangan era digital yang serba cepat.

Fenomena rendahnya minat baca pelajar tentu tidak muncul begitu saja. Berbagai faktor memengaruhi, mulai dari akses bacaan yang terbatas hingga dominasi teknologi hiburan. Kepada Cenderawasih Pos, Guru Besar Universitas Cenderawasih (Uncen) Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, BA, MS, memberikan pandangannya mengenai dampak gadget atau kemajuan teknologi terhadap minat baca anak.

Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, BA, MS. (foto:Jimi/Cepos)

Sebut profesor di Indonesia terutama di Papua saat ini dihadapkan dengan dua fenomena yang sedang dihadapi masyarakat. Kedua fenomena tersebut yakni fenomena membaca secara manual dengan mengunakan buku dan teknologi.

Faktor lain dari dari kurangnya minat baca bagi masyarakat terutama pelajar ungkap profesor adalah karena faktor budaya. Jelasnya budaya kurang membaca di Indonesia secara umum bersifat turun-menurun.

“Budaya itu harus bisa dibinah, tetapi jangan lupa bawa kehidupan masyarakat itu bukan hanya mempersiapkan diri untuk mengajar. Tetapi bagaimana setiap keluarga menghidupkan dirinya, mencari makan, bekerja dan lainnya sebagai,” kata profesor Ave, melalui telepon selulernya, Selasa (2/12).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

5 hours ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

6 hours ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

7 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

8 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

9 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

10 hours ago