Jika anak-anak sejak dini tidak dibangun minat bacanya melalui aktivitas membaca, anak-anak yang sejak dini langsung diperkenalkan pada gadget atau smartphone, maka terjadi kecenderungan anak-anak tidak akan memanfaatkan gadget sebagai media untuk membaca,” tuturnya.
Lebih jauh Guru Besar Uncen itu berharap pemerintah dapat membuat trobosan baru, untuk membangkitkan semangat minat baca bagi anak yaitu dengan tidak memperkenalkan gadget sebelum mereka dibangun minat baca yang kuat melalui bacaan cetak. Serta, penggunaan gadget untuk kepentingan pleasure (bermain game) perlu dibatasi untuk anak-anak dan diimbangi dengan aktivitas membaca dengan menggunakan gadget.
“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, dibutuhkan kolaborasi semua pihak terutama orang tua untuk dapat memberikan pemahaman kepada anak-anaknya,” pungkas prof Ave. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…