Categories: BERITA UTAMA

Kepala Daerah Diminta Mereson Kehadiran Satgas Darurat Jembatan

JAYAPURA-Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang ditargetkan membangun 300 ribu jembatan di seluruh pelosok Indonesia. Pengumuman ini disampaikan Kepala Negara dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, kawasan GBK, Jakarta, Jumat (28/11).

Pembentukan satgas ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas nasional, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar. Papua menjadi salah satu daerah yang berpotensi memperoleh manfaat besar dari program ini.

Anggota DPR Papua Komisi IV, Albert Merauje, menegaskan bahwa program Satgas Darurat Jembatan merupakan terobosan penting bagi daerah-daerah yang selama ini menghadapi kesulitan pembangunan infrastruktur akibat keterbatasan anggaran.

“Langkah Presiden ini sangat strategis. Papua memiliki banyak jembatan yang rusak, baik karena usia bahan yang sudah lapuk maupun akibat bencana alam. Dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas, program ini sangat membantu,” ujarnya di Jayapura Selasa (2/12).

Menurut Albert, kondisi geografis Papua yang berbukit, berlembah, dan dipisah oleh banyak sungai besar menjadikan jembatan sebagai infrastruktur vital dalam mendukung seluruh aspek kehidupan masyarakat. Tanpa jembatan yang layak, mobilitas penduduk, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.

Ia mencontohkan sejumlah jembatan yang rusak akibat bencana, termasuk jembatan di Waropen Serui yang putus diterjang banjir bandang dan beberapa jembatan penghubung antardaerah seperti arah Sarmi hingga Wamena yang hingga kini belum mendapatkan penanganan.

“Instansi teknis harus segera menyiapkan data yang valid mengenai jembatan-jembatan yang perlu ditangani, terutama yang menjadi penghubung ekonomi dan perpindahan penduduk. Ini sangat mendesak,” tegas Albert.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota untuk bergerak cepat menginventarisasi seluruh jembatan yang rusak, terutama yang terdampak bencana seperti banjir, gempa, maupun faktor usia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Penyelundupan Vanili dan Pakaian Bekas Senilai Rp1,5 Miliar Digagalkan

"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…

2 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

3 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

4 hours ago

Korban Hanyut Kali Uwe Capai 23 Orang yang Ditemukan

Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…

5 hours ago

Utamakan Kelompok Rentan, Berikan Trauma Healing Bagi Anak-anak

Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…

6 hours ago

Didemo Ratusan Jemaat, Pembangunan Dermaga Satrol Dihentikan

Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…

7 hours ago