

Sekelompok orang memegang senjata api laras panjang dan menodongkan ke para tukang bangunan yang sementara bekerja. (ISTIMEWA)
JAYAPURA – Peroses pembangunan gedung Puskesmas Sinak, di Distrik Sinak Barat Kabupaten Puncak, Papua Tengah terhambat lantaran sekelompok orang tidak dikenal (OTK) bersenjata lengkap menawan sebanyak 14 pekerja gedung Puskesmas itu, pada Sabtu (30/11).
Dalam vidio berdurasi 02.13 detik yang tersebar di Media Sosial (Medsos) memperlihatkan sekelompok orang memegang senjata api laras panjang dan menodongkan ke para tukang bangunan yang sementara bekerja.
Dalam pernyataannya, salah seorang yang diduga ketua kelompok tersebut mengatakan upah para pekerja masyarakat setempat belum juga di bayar padahal progres pembangunan sudah mencapai 90 persen.
“Proses pekerjaan bangunan gedung puskesmas ini melibatkan tenaga masyarakat setempat dengan menggunakan alat sengsor untuk menebang kayu, kumpul batu. Tetapi upah pekerja belum juga di bayar padahal saat ini progres pembangunan sudah mencapai 90 persen,” jelas orang tersebut.
Dia menambahkan anggaran pembangunan puskesmas Sinak Barat bersumber anggaran dari DAK (Dana Alokasi Khusus), Karena itu ia mempertanyakan pemerintah terkait keterlambatan pembayaran semua tagihan pembangunan fisik dari pembangunan itu.
“Anggaran pembangunan Puskesmas Sinak barat ini dikemanakan pemerintah harus keluarkan uang. Karena anggaran sudah di makan pihak ketiga,” ujarnya.
Diduga kuat, sekelompok orang ini datang untuk meminta jatah bayaran (uang keamanan) dari dana pembangunan puskesmas. Menangapi itu Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan mengatakan sekelompok OTK yang ada dalam video tersebut cukup meresahkan.
Dia mengatakan kejadian ini bukan kali pertama tetapi sering terjadi, gerombolan OTK ini terus mengintimidasi para pekerja dengan meminta sejumlah uang. Lanjutnya seperti video yang beredar tampak 14 orang pekerja bangunan Puskesmas diancam oleh sekelompok OTK tersebut dengan bersenjata dan kemudian melakukan pernyataan sikap dengan meminta sejumlah uang.
Page: 1 2
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…