Selain itu, keberadaan pos-pos militer non-organik di sekitar warga sipil justru memperburuk situasi dan menimbulkan ketakutan di kalangan warga setempat.
Untuk itu, mahasiswa meminta Bupati Lanny Jaua dan para pemangku kepentingan di sana, segera memulangkan warga yang mengungsi ke kampung mereka, dan menghentikan pengiriman militer ke Lanny Jaya agar masyarakat mendapatkan hak rasa aman di atas tanahnya sendiri.
Sekretaris HMPLJ Amir Kogoya mengatakan, belum ada tindakan yang diambil Pemkab Lanny Jaya terhadap warga yang mengungsi, sejak 5 Oktober 2025. “Pengungsi butuh perhatian dari pemerintah dan semua pihak, terkait kejelasan kapan pengungsi akan pulang ke kampungnya,” kata Kogoya yang menambahkan bahwa desakan yang sama sudah pernah di Kantor Bupati Lanny Jaya pada September 2025 lalu. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…