

Diaz Gwijangge (FOTO: Gamel Cepos)
JAYAPURA – Sebuah pernyataan mengejutkan disampaikan Ketua Koalisi Rakat Papua, Diaz Gwijangge yang menyebut bahwa dari kondisi kesehatan gubernur saat ini jika secara adat maka bisa disebut bahwa ada lawan yang sedang sakit.
Dalam adat mereka orang sakit, anak – anak dan perempuan dilarang untuk berperang. Namun jika dipaksakan maka Diaz menyebut bahwa ada banyak orang yang siap memasang badan untuk menjaga kediaman tempat dimana Lukas Enembe tinggal dan memastikan jika Lukas Enembe tak akan kemana – mana.
“Pak Lukas Enembe belum bisa keluar rumah dan orang sakit, anak – anak dan perempuan tidak diizinkan untuk berperang, dalam arti melakukan pembelaan diri sebab jika dipaksakan maka ada 40 orang yang siap mati untuk mempertahankan adat tersebut. Kami akan mempertahankan harga diri kami untuk masalah ini,” jelas Diaz usai menyambangi kantor DPR Papua untuk menyerahkan pernyataan sikap dari pihak yang diklaim sebagai keluarga dan suku Lani serta Gereja GIDI ini, Senin (3/10).
“Jadi sekali lagi ada banyak yang siap mati untuk menjaga adat ini,” tegasnya. Namun disini kata Diaz pihaknya tidak menebar perlawanan ataupun ancaman kepada aparat penegak hukum apalagi menghalang – halangi untuk melawan negara sebab pihaknya tahu Lukas Enembe telah 20 tahun lebih mengabdi pada merah putih sebagai ASN dan kepala daerah.
“Dalam pandangan adat kami seperti itu jadi kami berharap ini bisa dijembatani oleh institusi penegak hukum karena ada ketidakfahaman antara orang adat dan hukum modern,” bebernya.
Mantan anggota DPR RI ini pihak mengatakan keluarga juga tidak kaku dengan persoalan yang sedang dihadapi Lukas Enembe. Pihak keluarga mempersilakan untuk melanjutkan pemeriksaan apabila kondisi yang bersangkutan sudah berangsur – angsur membaik.
Akan tetapi apabila selama dalam kondisi sakit, penyidik KPK disarankan untuk tidak gegabah. “Kalau dipaksakan artinya siap dengan semua konsekwensi dan ini sama seperti membuka ruang terjadinya konflik,” tutupnya.
Masing – masing pihak diminta untuk bisa saling memahami sambil diiupayakan untuk menghadirkan dokter independen guna memastikan kesehatan gubernur secara jujur agar semuanya terang benderang. Surat yang tertulis dalam dua lembar kertas ini ditantangangani oleh pihak keluarga yakni Krities Enembe, Diaz Gwijangge, Helina Murib yang merupakan anggota DPD RI dan Dorman Wandikbo selaku Presiden GIDI. (ade/wen)
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…