Categories: BERITA UTAMA

Komnas HAM : Glen Diduga Menjadi Target Pembunuhan Berencana

JAYAPURA – Delapan hari pasca pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Komnas HAM Indonesia perwakilan Papua turun ke  lapangan dan mengumpulkan bukti serta keterangan dari berbagai pihak. Proses ini dilakukan selama tiga hari  mulai tanggal 13 hingga 15 Agustus lalu.

Dari pemantauan tersebut  Komnas HAM RI Perwakilan Papua telah meminta keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kepala Puskesmas Alama, PT. Intan Angkasa Air Service, Satgas Damai Cartenz, Polres Mimika, saksi korban yang terdiri dari para tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, serta mendapatkan sejumlah dokumen.

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan korban mengalami luka tembak dan luka bacok. Para Nakes dan guru-guru yang menjadi saksi korban juga belum mendapat perhatian maksimal dari Pemda Mimika.

Pasca pembunuhan Pilot Glen Malcolm Conning pelayanan kesehatan di Distrik Alama dihentikan dan diduga kuat pemerintahan Distrik Alama tidak berfungsi optimal. Komnas HAM lantas menyimpulkan Glen Malcolm Conning ditembak OTK berjumlah 5 orang yang diduga kuat dilakukan dengan cara ditembak dan dibacok menggunakan senjata api dan senjata tajam (parang-red).

“Patut diduga para pelaku telah melakukan perencanaan atau persiapan sebelumnya. Hal ini didasarkan pada keterangan yang menyebutkan bahwa sebelum pembunuhan pilot Glen Malcolm Conning para Nakes pernah melayani beberapa warga yang datang ke Puskesmas Alama dan terlihat ada yang membawa senjata api pada Rabu, 17 Juli 2024,” kata Frits dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Senin (2/9).

Ia pun menyebut terdapat sejumlah luka di bagian kepala, leher, punggung, lengan kiri dan paha kiri korban. Luka pada bagian leher dan paha kiri diduga akibat tembakan senjata api. Sedangkan luka pada bagian kepala, punggung dan lengan kiri diduga akibat tebasan senjata tajam (parang).

“Dalam kejadian ini, Pilot tidak dibakar bersama helikopter melainkan ditembak saat berada dalam pesawat. Namun saat itu ada latupan api yang mengeluarkan asap dari heli tersebut akibat penembakan,” tegas Frits.

Atas kejadian ini kata Frits, terjadi pelanggaran HAM pelanggaran hak hidup, hak atas rasa aman, perlakuan yang kejam tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

4 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

5 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

5 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

6 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

6 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

7 hours ago