Ketika masyarakat membutuhkan sekolah harusnya ketika terjadi pembakaran itu ada yang bersuara.
“Saya pikir prang Papua harus jujur. Dengan mereka bakar pasti situasi mencekam dan kita tanya siapa yang menciptakan intimitasi. Saya pikir kalau mau berhadapan dengan petugas ayo siapkan lapangan, cari lapangan perang dan ajak TNI Polri kesana, jangan dalam kota karena kasihan masyarakat,” imbuhnya.
Jangan setelah ada yang terkena peluru barulah menyalahkan petugas. Nanti dibalas TNI Polri kemudian menyuruh masyarakat mengungsi dan buat narasi masyarakat eksodus.
“Ini lagu lama yang masih dimainkan. Mereka yang tembak – tembak dan membakar kemudian mengkondisikan situasi mencekam setelah itu meminta warga mengungsi. Ini sudah kami pahami dan tidak heran soal itu karena biasa endingnya ada pergerakan warga mengungsi kemudian dinarasikan sebagai eksodus. Lagu lama ini,” tutupnya. (ade/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
lub Persipura Jayapura merupakan salah satu tim yang memiliki prestasi cukup mentereng pada kompetisi sepakbola…
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan berdasarkan data sementara yang mereka…
Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan…
Polres Jayapura berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang menyebabkan…
Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi…
Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung mengatakan DPRK Kabupaten Jayapura telah menyerahkan sebanyak 35 rekomendasi…