Categories: BERITA UTAMA

Gempa Susulan Mulai Ciptakan Trauma

JAYAPURA – Situasi gempa  susulan yang terjadi sejak Senin (2/1) kemarin tidak hanya memberi efek kerusakan ringan pada bangunan infrastruktur tetapi juga menimbulkan rasa trauma. Beberapa warga mengaku sulit tidur nyenyak dan terkadang melompat sendiri ketika terjadi getaran meski bukan akibat gempa.

Pemerintah lewat BPBD juga diminta segera menjelaskan soal early warning system langsung ke masyarakat untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi situasi yang cukup parah. Termasuk tsunami misalnya.

“Saya dua hari terakhir kurang tidur karena takut jika terjadi apa – apa. Makanya kalau ada getaran sedikit kadang saya kaget sekali,” jelas Nurlaila yang ditemui di Jayapura, Selasa (3/12).

Seorang warga lainnya Irfan juga berharap ada edukasi dan sosialisasi soal situasi tanggap darurat. “Soalnya ini beruntun dan kami masyarakat tidak tahu apakah akan terjadi gempa yang lebih besar atau terjadi tsunami ke depan ini kami tidak tahu. Kami harap ada penjelasan soal ini termasuk apa yang harus kami lakukan jika itu terjadi,” kata Irfan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri menyampaikan bahwa dari gempa berulang ini ada beberapa bagian bangunan di Mapolda yang terdampak. “Di bagian TIK dan Propam ada terjadi keretakan termasuk plavon yang jatuh. Untuk  kantor Polda Papua yang baru tidak ada yang terlalu signifikan dan saya sudah minta Karolog dan Yanma untuk menginventarisir dan menghitung semua untuk kami  lakukan pembenahan,” tambahnya. Untuk kerusakan di gedung lainnya kata Fakhiri ia masih memonitor melalui informasi media.   “Kalau dari luar kami belum mendapatkan laporan, nanti dengan teman – teman tanggap darurat baru kami data,” tutupnya.

  Sementara itu Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey bersama Pj Sekda Kota Jayapura Robby Kepas Awi, serta Kepala BPBD Kota Jayapura Asep M Khalid turun langsung melihat mana saja tempat yang terdampak gempa M 4.9 dan gempa susulan lainnya.
Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey berharap, untuk pusat perbelanjaan seperti Mal Jayapura, ada bangunan yang rusak ringan dimana ada plafon yang rubuh ia minta sebaiknya diperbaiki dengan cepat dan sesuai dengan standarnya, sehingga nantinya aktivitas warga yang ingin berekreasi dan belanja di Mal Jayapura bisa dilakukan tanpa harus khawatir, termasuk di beberapa perhotelan yang ada bangunannya retak juga segera diperbaiki.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Jayapura Asep M Khalid mengakui, untuk korban musibah gempa memang tidak mendapatkan bantuan.  Pasalnya, karena dampaknya juga tidak berat hanya ringan saja. Selain itu, untuk rumah warga yang terdampak juga tidak banyak sehingga ini tidak jadi jadi masalah.
(ade/dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Kios Klontongan Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Kios tersebut diketahui milik Subahadir Purwanto (31), seorang kontraktor yang berdomisili di Bupul, Distrik Eligobel.…

20 hours ago

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

21 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

22 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

23 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

24 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

1 day ago