Categories: BERITA UTAMA

Zero Budget, Komisi V Khawatir Lahir Banyak Protes

JAYAPURA – Komisi V DPR Papua mewanti pemerintah untuk tidak mengabaikan isu Kartu Papua Sehat (KPS) yang selama ini digunakan untuk berobat bagi masyarakat asli Papua. Pasalnya yang menjadi kekhawatiran DPR adalah semenjak adanya DOB sejatinya sudah ada anggaran yang diberikan kepada kabupaten kota sementata  KPS untuk Papua sendiri mulai minus.

Jika ini tak segera dibahas dan dibuatkan sebuah kesepakatan antara Provinsi Papua dan tiga provinsi baru maka diyakini ada banyak protes dan persoalan terkait pelayanan kesehatan. Pemerintah bisa menjadi bulan – bulanan complain dari masyarakat khususnya pasien.

Ketua Komisi V DPR Papua, Jack Komboy menyampaikan bahwa pelayanan dan fasilitas kesehatan di daerah baru tentu belum selengkap  yang ada di Papua sehingga  mau tidak mau pasien akan tetap diarahkan ke provinsi.

“Banyak pasien yang dirawat langsung di RS Dok II dan RSUD Abepura karena ini rumah sakit rujukan akan tetapi yang jadi soal adalah kondisinya penganggaran untuk pasien ini sudah minus sementara hingga tadi pasien masih terus berdatangan dari kabupaten.

Kami berharap ini segera didiskusikan antara pemerintah provinsi induk dan provinsi baru,” kata Jack disela- sela rapat dengan dinas kesehatan provinsi Papua di Horison Ultima, Entrop, Jumat (2/12).

Komisi V kata Jack ingin mengingatkan pemerintah di kabupaten wilayah DOB sebab anggaran di rumah sakit juga sudah diplot ke daerah – daerah jadi tidak semua bergantung atau menuju rumah sakit di provinsi dan dibiayai oleh provinsi.

“Jika sudah ada DOB maka seharusnya sudah ada kerjasama antara provinsi baru itu dengan provinsi Papua sebab hari ini mereka sudah punya APBD dan penjabat gubernur juga harus segera berfikir bagaimana penanganan kesehatan masyarakatnya,” bebernya.

“Lalu kami dengar banyak mahasiswa dari DOB yang melaksanakan studi di Provinsi Papua. Mereka kalau berobat ke rumah sakit siapa yang membiayai mereka sementara KPS sudah minus. Ini pasti akan jadi masalah dan kami sudah mengingatkan jauh – jauh hari. Dengan adanya DOB artinya pemerintah provinsi tidak bisa membackup,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

5 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

6 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

7 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

8 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

9 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

13 hours ago