

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
JAYAPURA – Eksekutif Amnesty International Indonesia berkabung atas berpulangnya tokoh pembela HAM Papua yang selama ini dikenal gigih menyuarakan keadilan dan kedamaian di Papua.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan berkabung perjuangan almarhum telah menginspirasi banyak orang, termasuk kaum muda, untuk jujur dan berani menyuarakan kebenaran. Ia pun tak gentar menghadapi ancaman. “Kami sungguh kehilangan,” kata Usman dalam siaran pers Amnesty Internasional Indonesia.
Atas ditemukannya jenazah almarhum di Pantai Base G, pihaknya mendesak jajaran lembaga penegak hukum dan HAM untuk menyelidiki sebab musabab kematian almarhum. Penyelidikan ini penting untuk menjawab ada tidaknya indikasi tindak pidana atau pelanggaran HAM dibalik kematian almarhum, karena banyak aktivis yang vokal di Papua menjadi sasaran kekerasan. “Terlebih mengingat sepak terjang almarhum sebagai tokoh panutan dalam membela hak asasi orang asli Papua,” ungkapnya.
Mengingat kondisi jenazah Filep yang cukup mengenaskan, Amnesty menilai perlu ada penyelidikan untuk mengetahui sebab musabab persis dari kematiannya. Alasan Amnesty meminta adanya penyelidikan merujuk pada investigasi atas potensi kematian di luar hukum Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia tahun 2016 (Protokol Minnesota). (fia/ade/wen)
Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…
"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…