Categories: BERITA UTAMA

Fenomena Kekerasan Berjamaah Sedang Dilakukan Aparat di Papua

JAYAPURA – Kasus kekerasan dengan pelaku adalah oknum TNI,sedangkan korbannya warga sipil terus berulang terjadi di Papua. Sebelumnya peristiwa pembunuhan dan mutilasi di Mimika, kasus lainnya oknum anggota TNI melakukan penganiayaan di Mappi hingga satu orang meninggal dunia.

Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan, pembunuhan yang libatkan oknum anggota TNI di Mimika dan Mappi merupakan fenomena kekerasan berjamaah yang dilakukan oleh aparat.

“Ini adalah fenomena kekerasan berjamaah yang dilakukan aparat TNI. Jika warga sipil yang tidak terlatih melakukan kekerasan, harusnya aparat negara tidak melakukan hal yang sama. Karena kekerasan yang satu akan menimbulkkan kekerasan yang lain dan negara tidak boleh melakukan itu,” tegas Frits kepada Cenderawasih Pos, Jumat (2/9).

Dikatakan Frits, terkait dengan dugaan penganiyaan yang melibatkan oknum anggota TNI di Mappi. Komnas HAM Papua sudah berkoordinasi dengan Kasdam dan akan melakukan pendalaman.

“Kami akan melakukan pendalaman dan Kodam juga sudah menurunkan tim ke sana (Mappi-red). Dengan begitu kita bisa mengungkap kasus ini,” kata Frits.

Komnas HAM menyayangkan penganiayaan di Mappi yang menyebabkan 1 warga sipil tewas, pembunuhan secara sadis yang dilakukan oleh aparat negara.

“Sangat disayangkan kekerasan demi kekerasan terus terjadi di tanah ini dengan pelakunya adalah aparat negara yang terlatih, kemudian melakukan pembunuhan dan kekerasan secara sadar kepada kelompok masyarakat,” tuturnya.

Lanjut Frits, bahwa ada masyarakat atau kelompok sipil bersenjata yang juga melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil lainnya itu adalah fakta di lapangan. Tetapi sebagai aparat negara, jika orang tersebut sudah menyerahkan diri mestinya pendekatan yang harus digunakan adalah pendekatan yang lebih soft.

“Pendekatan untuk memanusiakan, karena tugas negara memanusiakan warga negaranya. Mestinya sebagai aparat kita tidak harus melakukan tindakan kekerasan kepada warga negara yang barangkali sudah bisa dilumpuhkan dan sejenisnya,” kata Frits. (fia/ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

12 minutes ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 hour ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 hours ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

3 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

4 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

5 hours ago