Ia juga menyoroti bahwa penyebaran informasi bohong atau hoaks yang menyudutkan TNI merupakan bagian dari propaganda sistematis OPM. Tujuannya adalah untuk menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Narasi-narasi miring terhadap aparat sejatinya merupakan taktik OPM untuk membalik persepsi publik. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kristomei menyinggung insiden pembacokan dua anggota polisi di Yahukimo dan Jayawijaya sebagai contoh nyata kekerasan berulang yang dilakukan OPM demi menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
“Kejadian tersebut menegaskan pola kekerasan yang terus mereka ulang demi menebar teror,” ujarnya.
Mayjen Kristomei mengimbau masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi oleh informasi sesat. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua semata-mata untuk menjalankan tugas negara dalam memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terhasut oleh isu-isu menyesatkan. TNI hadir di Papua untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat,” pungkasnya (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…
Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang warga negara asing asal Papua Nugini…
Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan prinsip…
Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan komitmennya mempercepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua, khususnya…
LL ditangkap karena diduga memiliki narkotika jenis ganja. Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait…