Ia juga menyoroti bahwa penyebaran informasi bohong atau hoaks yang menyudutkan TNI merupakan bagian dari propaganda sistematis OPM. Tujuannya adalah untuk menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Narasi-narasi miring terhadap aparat sejatinya merupakan taktik OPM untuk membalik persepsi publik. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kristomei menyinggung insiden pembacokan dua anggota polisi di Yahukimo dan Jayawijaya sebagai contoh nyata kekerasan berulang yang dilakukan OPM demi menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
“Kejadian tersebut menegaskan pola kekerasan yang terus mereka ulang demi menebar teror,” ujarnya.
Mayjen Kristomei mengimbau masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi oleh informasi sesat. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua semata-mata untuk menjalankan tugas negara dalam memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terhasut oleh isu-isu menyesatkan. TNI hadir di Papua untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat,” pungkasnya (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (LALA) dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura Semuel…
Penyidik juga sebelumnya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi pasca kejadian tersebut. Ipda Teguh melanjutkan,…
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang…
Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya menyatakan, Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural.…
Isu reshuffle kembali menguat setelah kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Hal ini…
Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa anak sulungnya sekaligus Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming…