

Dr. Benhur Tomi Mano, MM., ( FOTO: gratianus silas/cepos)
JAYAPURA- Kelompok terduga teroris memang telah diamankan di Merauke. Namun, dikhawatirkan jangan sampai jaringannya sudah berada di daerah lain di Papua.
Untuk itu, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., meminta semua pihak, mulai organisasi keagamaan, paguyuban, TNI, Polri, hingga yang terutama masyarakat di Kota Jayapura, untuk rapatkan barisan.
“Tingkatkan fungsi RT dan RW. Kalau ada penghuni baru, segera laporkan. RT/RW harus ambil peran aktif dalam menjaga masyarakat di tingkat bawah,” pinta Wali Kota Benhur Tomi Mano kepada Cenderawasih Pos, Rabu (2/6) kemarin.
Komunikasi dan koordinasi dalam rangka peningkatan keamanan juga dapat dijalin dengan Babinsa, Babhinkamtibmas, Kapolsek, hingga Kapolres. Wali Kota Tomi Mano mengatakan, pastinya pihak Polresta Jayapura Kota juga telah melakukan pemetaan terhadap jaringan terduga teroris ini secara baik.
“Mari kita sama-sama jaga kota ini aman dan rukun. Jangan orang luar baru datang dan buat masalah di kota yang sudah kita jaga keamanan, kerukunan, dan toleransinya ini secara baik. Kita akan rapatkan barisan juga bersama MUI, FKUB, NU, maupun Muhamadiyah, termasuk bersama paguyuban. Kita akan sama-sama jaga kota ini,” jelasnya.
“Selain itu juga, masyarakat juga pro aktif laporkan dan data orang-orang baru yang datang dan tinggal di lingkungan tempat tinggalnya,” pungkasnya. (gr/nat)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…