Categories: BERITA UTAMA

Kota Jayapura Pecahkan Rekor Dunia

JAYAPURA – Aksi pembentangan kain merah putih yang digarap Pemerintah Kota Jayapura hampir 11 Km berhasil mencatat nama Kota Jayapura dalam rekor MURI Indonesia.

Menariknya kain merah putih ini mendapat predikat terpanjang di dunia. Dari catatan itu  Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Rabu (1/5) memberikan penghargaan  yang diterima Pj Walikota Jayapura, Frans Pekei.  Jarak ini dimulai dari ring road hingga Holtekamp.

“Ini yang terpanjang selama ini. Sebelumnya dipegang Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara sepanjang 7,8 Km yang dibentangkan di Pantai Tiapa, Laloso,” kata Awan Rahargo, Direktur Marketing MURI di Holtekamp usai melihat langsung agenda tersebut.

Dikatakan rekor di Kota Jayapura ini masuk dalam kriteria Superlatif yaitu kegiatan yang terbanyak, terbesar atau terpanjang dan kegiatan yang unik – unik. Dan pembentangan yang dimulai dari Ring Road hingga Holtekam ini memiliki panjang 10,076 meter atau 10 Km lebih dan memecahkan rekor dunia.

Awan mengatakan MURI ikut bangga karena merah putih ini dipecahkan dari kota paling timur Indonesia disaat waktu yang bersamaan dengan momentum bergabungnya Papua ke NKRI.

“Ini menunjukkan bahwa Papua memiliki komitmen dan menyatakan semangat yang luar biasa. Kami bangga karena pemecahan rekor ini justru dari daerah terujung,” bebernya.

PJ Walikota Jayapura saat menerima piagam dari rekor Muri Indonesia, di Holtekam Kota Jayapura, Rabu (1/5) kemarin. (FOTO:Mboik/Cepos)

Pj Walikota, Frans Pekei mengatakan prestasi ini merupakan kolaborasi seluruh komponen masyarakat. Forkopimda, para OPD, komunitas, paguyuban dan pihak sekolah hingga perbankan dan tenaga pendidik. “Saya mengapresiasi semua kerja keras yang sudah dilakukan dan ini menjadi kebanggaan bersama,” imbuhnya. Disini Frans Pekei juga mengomentari soal masih adanya aksi yang meragukan sejarah aneksasi.

“Barang itu (persoalan aneksasi) sudah selesai. Tidak ada lagi pembahasannya, dan Papua diakui dunia menjadi bagian dari Indonesia jadi saya pikir tak ada yang perlu diperdebatkan sebab sampai kapanpun Papua itu menjadi bagian sah dari Indonesia,” tutupnya.

Aksi pembentangan kain merah putih ini sempat mengalami persoalan mengingat waktu hampir pukul 10.00 WIT namun  kain merah putih belum tuntas tersebar hingga ke titik akhir. Masih sekitar 3 Km lagi sementara banyak peserta sudah mengeluh panas. Pj Walikota lantas mengambil alih dan meminta semua bergerak lebih cepat.

Peserta yang ikut ambil bagian juga kebanyakan perempuan sehingga ketika berada di titik yang panas langsung memilih untuk berteduh. Ini tak lepas dari molornya waktu kegiatan dan persiapan. (ade/roy/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

11 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

12 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

12 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

13 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

13 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

14 hours ago