Categories: BERITA UTAMA

Mayat Guru Gegerkan Penghuni Kamar Kos

Jenazah Alpius Meage (49) saat dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (1/2) malam. (foto: Humas  Polres Jayapura Kota for Cepos)

JAYAPURA- Mayat seorang pria bernama Alpius Meage (49) gegerkan penghuni kos kamar lantai dua milik Ibu Asse yang berlokasi di belakang Pasar Youtefa RT.005/RW.006, Kelurahan Wai Mhorock, Distrik Abepura, Senin (1/2) malam.

Mayat Alpius yang diketahui sebagai seorang guru warga Desa Nimbokrang Sari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura ditemukan dalam keaadan terbaring di lantai kamar dan tanpa menggunakan baju serta kondisi tubuh korban dipenuhi ulat  atau belatung.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra mengatakan, sebanyak empat orang saksi telah dimintai keterangan terkait penemuan mayat seorang guru tersebut.

“Diketahui dari seorang saksi saat baru pulang dari berjualan di Pasar UPTD Youtefa mencium adanya bau tidak sedap di sekitar TKP.  Saksi kemudian menyampaikan kepada warga lainnya untuk mencari tahu dan mengecek sumber bau tersebut hingga di lantai II rumah kost milik ibu Asse,” ungkap Jahja, Selasa (2/2).

Jahja Rumra mengatakan, saat saksi mencari tahu dan tiba di lantai II. Tepat di depan pintu kamar korban, saksi mencium bau busuk yang sangat menyengat dan melihat pintu kamar dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci. Dimana kondisi kunci kamar dalam keadaan rusak. 

Setelah dicek ke dalam kamar, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terbaring di lantai tanpa menggunakan baju dan kondisi tubuh sudah dipenuhi dengan ulat.

 “Para saksi lantas menyampaikan hal tersebut kepada warga yang ada di sekitar TKP dan melaporkan kejadian kepada anggota Polsek Abepura,” ucap Jahja.

 Tak lama kemudian lanjut Jahja, anggota Polsek Abepura yang dipimpin Panit Reskrim Ipda Edwin Ayomi tiba di TKP dan mengamankan TKP serta membawa jenazah ke RS. Bhayangkara Jayapura.

“Dari hasil visum et repertum jenazah tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang dapat diakibatkan oleh kekerasan.  Penyebab kematiannya tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah mayat atau autopsi,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

6 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

7 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

8 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

9 hours ago

Pemkab Jayapura Mulai Tertibkan Legalitas Bangunan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…

10 hours ago

Kapal Foi Moi Didorong Jadi Penggerak Wisata Danau Sentani

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…

11 hours ago