

Kepala BNN Papua Brigjen Pol Norman Widjajadi bersama stakeholder dalam jumpa pers dan barang bukti yang dimusnahkan Selasa (31/12) lalu. (foto:jimi/cepos)
JAYAPURA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja asal Papua Nugini (PNG) seberat 52,6 kilogram.
“Barang bukti tersebut di dapat dari hasil temuan selama empat bulan pada 2024 di wilayah Kabupaten Keerom dan Jayapura,” kata Kepala BNN Papua Brigjen Pol Norman Widjajadi di Jayapura, Selasa.
Menurut Norman, penemuan narkotika jenis ganja tersebut di Kampung Paitenda, Kabupaten Keerom seberat 50,25 kilogram dan Kota Jayapura sebanyak lima bungkus dengan berat 2,6 kilogram.
“Tidak ada pelaku saat kami menemukan ganja di dua lokasi ini, kemudian pemusnahan ganja tersebut dengan cara di bakar,” ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Bea Cukai, Satgas Pamtas RI-PNG dan Polda Papua guna melakukan upaya dan pencegahan peredaran narkoba seperti rutin melaksanakan patroli di jalur perbatasan RI-PNG.
“Selain itu, kami juga membutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat untuk dapat melaporkan jika menemukan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,” harapnya.
Dia menambahkan narkotika merupakan musuh bersama sehingga perlu kolaborasi semua pihak untuk memberantas peredaran narkoba di Papua demi menyelamatkan generasi muda di Bumi Cenderawasih.
“Karena daerah perbatasan seperti Keerom dan Kota Jayapura menjadi target dalam peredaran narkoba,” ucapnya.(antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…