Categories: BERITA UTAMA

Anggota DPR Papua Kecam Tindakan KKB di Puncak Jaya

JAYAPURA – Anggota DPR Provinsi Papua Dapil Papua Tengah Thomas Songdegau, S.T mengecam keras aksi penembakan di tanah Papua yang hingga kini masih terus terjadi. Yang terakhir adalah tertembaknya seorang anggota kepolisian dari Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Briptu Kiki Supriyadi yang menjadi korban penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal Kamis (26/9) lalu. Thomas mengatakan mewakili  DPR Papua dirinya mengecam keras aksi yang dilakukan KKB terhadap anggota yang bertugas di Kabupaten Puncak Jaya.

“Saya mewakili anggota dewan yang lain mengecam keras adanya penembakan ini. Bukan satu dua kali tetapi sudah terlalu sering di wilayah Papua khususnya Puncak Jaya,” tegas Thomas kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (28/9). D

ijelaskan Thomas bahwa seharusnya Papua sudah damai setelah pilot Susi air dibebaskan pada beberapa Minggu yang lalu oleh KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya.

“Ngapain orang sudah damai-damai kembalikan pilot ko masih ada lagi yang melakukan penembakan, carinya apa,” ucapnya dengan nada tinggi.

“Kan kasian, sebagai warga negara yang baik, tidak boleh melakukan hal yang tidak-tidak apalagi menghilangkan orang punya nyawa. Kami mau tangung jawab kah, anak istri, dan keluarga keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Dirinya sangat menyayangkan dengan apa yang terjadi  di Puncak Jaya terhadap terhadap anggota personil polisi yang bertugas Puncak Jaya. Ia berharap kedepannya, kejadian serupa tidak terjadi lagi di Papua khususnya di wilayah bagian pegunungan. Tanpa menyebut nama kelompoknya, Thomas menegaskan bahwa ada kecenderungan kelompok tertentu memanfaatkan kelompok-kelompok ini supaya mereka melakukan intimidasi kepada masyarakat dan juga aparat keamanan.

Bukan tidak mungkin Anggota DPR Papua itu mengatakan bahwa dengan adanya kejadian ini akan membawa dampak yang cukup besar terhadap pengamanan dan penyaluran logistik Pilkada 2024 di daerah-daerah tersebut.

“Sehingga dengan adanya kejadian seperti ini anggota bukannya tidak berani mengambil tindakan tegas di lapangan. Mereka ini bertugas untuk menjaga keamanan tetapi malah mereka yang menjadi korban,” imbuhnya.

Menurutnya pemerintah juga harus jelih melihat ini. Karena perbuatan yang menghilangkan nyawa orang bukan suatu hal yang biasa saja, tetap ini adalah perbuatan keji dan kejahatan yang luar biasa. Tidak hanya itu dia meminta agar pemerintah juga bisa melakukan langkah-langkah perlindungan dan pemulihan bagi keluarga korban akibat aksi kejahatan yang terjadi selama ini. (kar/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Penyelundupan Vanili dan Pakaian Bekas Senilai Rp1,5 Miliar Digagalkan

"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…

60 minutes ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

2 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

3 hours ago

Korban Hanyut Kali Uwe Capai 23 Orang yang Ditemukan

Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…

4 hours ago

Utamakan Kelompok Rentan, Berikan Trauma Healing Bagi Anak-anak

Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…

5 hours ago

Didemo Ratusan Jemaat, Pembangunan Dermaga Satrol Dihentikan

Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…

6 hours ago