

Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kemendikbudristek bersama Korps Relawan Bencana Himpunan Psikologi Indonesia (KRESNA HIMPSI) serta sejumlah stakeholder foto bersama dengan guru-guru Korban Penyerangan KKB di Yahukimo pada kegiatan Training as Healing di BPMP Provinsi Papua, Selasa (17/6). (foto:Karel/Cepos)
JAKARTA – Peristiwa pada Jumat, 21 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WIT di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menjadi kenangan pahit bagi para guru yang ada di kawasan tersebut. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) secara membabi buta melakukan aksi kekerasan sehingga meninggalkan luka psikologis bagi para guru yang mengabdi.
Para pendidik yang hadir sebagai garda terdepan untuk mencerdaskan generasi muda Papua kini harus bergelut dengan trauma yang dalam. Ketakutan membayangi aktivitas mereka sehari-hari. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) berupaya secara sungguh-sungguh untuk membantu para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut keluar dari trauma yang berkepanjangan.
Pemerintah menyelenggarakan program strategis bertajuk “Training as Healing”, sebuah pelatihan pemulihan trauma bagi guru-guru terdampak. Pelatihan sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik, serta sebagai alat untuk penyembuhan.
Traning as Healing dilakukan selama empat hari di Kota Jayapura, Papua. Kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi pemulihan psikologis para guru meskipun meski belum 100 persen.
Vantiana Kambuh, guru Bahasa Indonesia di YPPK Distrik Anggruk, adalah salah satu peserta dalam program ini. Dia telah mengabdi di wilayah yang aksesnya sulit dan penuh tantangan itu sejak 2021. Bukan karena penugasan formal, melainkan panggilan hati yang membawanya kesana.
“Saya kuliah di Uncen (Universitas Cendrawasih). Setelah lulus orang tua meminta pulang ke Sorong. Tapi hati saya terpanggil untuk mengajar di Distrik Anggruk,” katanya, berkisah.
Sekolah di Kabupaten Yahukimo, tepatnya di Distrik Anggruk, memiliki murid sekitar 100 orang yang tersebar di kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Meskipun ada fasilitas sekolah, namun sangat kekurangan tenaga pengajar.
Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…
Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…
Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…
Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…
Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…