Categories: BERITA UTAMA

Jelek jelekkan Kapolda, Ketua I KNPB Sampaikan Permohonan Maaf

JAYAPURA – Gara – gara memposting tulisan dan screen shoot link berita – berita online terkait kondisi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) yang kemudian memojokkan nama Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri, Wakil Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Wetipo akhirnya berproses hukum.

Ia dipanggil penyidik ​​Polda Papua untuk mengklarifikasi semua postingan yang menyudutkan tersebut. Hanya kasus ini tidak berlanjut setelah disepakati untuk dituntaskan restorativejustice atau penyelesaikan kasus di luar proses hukum. Saat bertandang ke Polda Papua, Selasa (31/5) Warpo Dibantu dua penasehat hukumnya, Yustina Haluk., SH dari LBH Papua dan Persila Heselo., SH dari Elsham Papua. Keduanya tergabung dalam Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua.

Yustina menjelaskan bahwa kliennya sebelumnya pernah diperiksa berkaitan dengan postingan di media sosial tertanggal 25 Mei 2022. Dalam postingannya ada narasi yang membuat tertulis Kapolri segera mencopot Kapolda Papua, Mathius Fakhiri yang citra polisi buruk.

Lalu ada juga tulisan yang menyebut bahwa mendapatkan bintang bukan karena profesi tetapi karena darah manusia dimana dalam naskah tiga paragraf tersebut ada juga cerita tentang Kapolda Papua Mathius Fakhiri.

Warpo harus mengajukan permintaan maaf kepada Kapolda dan ia sudah menyampaikan permintaan maafnya. Ini tak lepas dari postingannya di media sosial yang kenangan dan menyebut nama kecil pak Kapolda,” ujar Yustina, Selasa (31/5).

Lalu dikatakan pada caption tanggal 25 Mei itu ada tulisan bahwa terjadi konflik antara rakyat Dogiyai dengan TNI-Polri dan ternyata itu tidak terjadi sehingga postingan ini juga ia klarifikasi. “Intinya klien kami menyampaikan permohonan maaf atas postingan tersebut dan hari ini kasus tersebut kami selesaikan dengan restorative justice. Pak Kapolda memaafkan namun klien kami harus menyampaikan permohonan maaf dalam bentuk video,” tambah Yustina.

Ia membenarkan bahwa kliennya telah menyampaikan permohonan maaf dan disepakati bahwa kasus ini tidak akan dilanjutkan ke ranah hukum. “Iya kami sepakati untuk tidak dilanjutkan dengan catatan Warpo harus membuat video permohonan maaf,” tutup Yustina.

Warpo datang ke Polda didampingi beberapa rekannya dari KNPB. Mereka menggunakan atribut army loreng – loreng dan setelah berproses sekira 2 jam, mereka akhirnya pulang. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

20 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

21 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

22 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

23 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago