Ketua KPU itu berharap, bagi masyarakat Papua terutama yang mempunyai hak pilih untuk betul-betul melihat mencermati program visi-misi dari para calon kepala daerah agar tidak salah memilih.
“Sehingga besok itu tidak salah pilih, kita lihat betul-betul yang lihat program yang bisa kenah di hati masyarakat, sehingga pada saat ia memimpin selama lima tahun itu ya apa yang di janji itu yang dia buat,” tandasnya.
Tak hanya itu ia juga mengingatkan agar tidak terpengaruh oleh berita bohong atau hoax. Informasi yang salah dapat menyesatkan masyarakat dan memengaruhi pilihan mereka. KPU berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi yang benar dan akurat. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam setiap tahap pemilihan.
“Dengan pemahaman yang baik tentang proses pemilihan, diharapkan tingkat partisipasi pemilih meningkat. KPU Papua bertekad untuk menciptakan pemilihan yang adil dan transparan bagi seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Seperti diketahui sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Data pemilih Tetap (DPT) provinsi dengan total 750.959 pemilih. Jumlah tersebut, terdiri dari laki-laki sebanyak 384.028 pemilihan dan perempuan sebanyak 366.931 pemilih. Diketahui itu berasal dari 8 Kabupaten/kota, 105 kecamatan/distrik, 993 jumlah desa/kelurahan, jumlah TPS sebanyak dan 2.023. (fia/kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai pernyataan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan harapan rakyat…
Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board…
Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban,…
“Amar putusan, mengadili, menyatakan permohonan tidak dapat diterima,” ujar Suhartoyo saat membacakan putusan. Dalam pertimbangannya,…
Meski begitu, aktivitas judi online masih melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit melalui…
Artinya, aparatur negara mulai “menabung” untuk pensiun mereka sendiri melalui iuran yang dikelola secara berkelanjutan.…