Categories: PARIWARA

Vaksin Boster di Bandara Didominasi Penumpang

SENTANI- Guna mendukung program pemerintah pusat terkait kepastian setiap penumpang pesawat harus divaksin dosis ketiga, Angkasa Pura 1 Bandar Udara Sentani selaku operator telah menyediakan fasilitas gerai Booster bagi para penumpang atau masyarakat umum yang ingin mendapatkan layanan tersebut di sekitar ruang tunggu atau terminal Bandar Udara Sentani.

Humas Angkasa Pura 1 Bandar Udara Sentani Surya Eka menjelaskan,  sejak pelayanan gerai vaksin itu dibuka Jumat (8/7) lalu, jumlah masyarakat yang mendapatkan layanan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau boster lebih didominasi penumpang pesawat. Meskipun ada juga beberapa pengantar atau masyarakat lainnya juga yang turut memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Selama ini memang lebih didominasi penumpang pesawat yang hendak pergi,” ujar Surya Eka, Selasa (19/7).

Diungkapkan, setiap gerai vaksin Covid-19 dosis 3 yang ada di Bandar Udara Sentani melayani paling banyak 26 orang dalam satu hari, yang terjadi Senin (18/ 7). Jumlah ini tergolong yang paling tinggi dari sebelumnya,  di mana dalam sehari hanya mencapai 10 atau belasan orang saja.

Untuk aturan pemberian vaksin Booster di Bandar Udara Sentani itu pihak KKP selaku penanggung jawab melayani pemberian vaksin Kepada penumpang sehari sebelum keberangkatan.

“Jadi sebelum berangkat itu sehari sebelumnya penumpang itu divaksin terlebih dahulu, ” ujarnya.

Hal ini penting karena setiap penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis ketiga ini harus dicek dulu kondisi kesehatannya, termasuk setelah menerima vaksin Covid-19 , sehingga bisa dipastikan yang berangkat atau yang menumpang pesawat itu mereka yang dalam kondisi sehat.

” Bisa juga hari ini vaksin langsung berangkat tapi biasanya disarankan oleh petugas sehari sebelumnya sudah divaksin baru berangkat,”ujarnya.

Apabila penumpang yang bersangkutan setelah mendapatkan layanan vaksin covid-19 ini terpaksa dibatalkan berangkat karena sakit atau ada reaksi dari pemberian vaksin Covid-19,  maka yang bersangkutan perlu berkoordinasi dengan petugas kesehatan bandara termasuk dengan pihak maskapai,  agar waktu keberangkatannya digeser dari jadwal yang sudah tertera di tiket. (roy/ary)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago