

Salah satu anak saat menerima vaksin Covid-19 di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura belum lama ini. (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI– Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang mengakui, pemberian vaksin Covid-19 terhadap anak-anak usia 6 sampai 11 tahun yang selama ini digencarkan oleh pemerintah masih menimbulkan banyak pertanyaan dari kalangan masyarakat.
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul ketika vaksin Covid-19 ini diberikan pada usia anak-anak. Sementara dari jumlah kasus yang ditemukan sejauh ini, anak-anak yang terpapar Covid-19 relatif sedikit. Untuk Kabupaten Jayapura misalnya, dari 3000-an kasus, yang terdata hanya 6% diantaranya terpapar pada anak-anak. Itupun masih pada level bisa ditangani. Artinya tidak ada anak- anak yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia.
“Dari jumlah kasus secara kumulatif di Kabupaten Jayapura untuk anak-anak memang jumlahnya sangat sedikit dan tidak ada anak-anak yang meninggal dunia akibat Covid-19” kata Edward Sihotang, ketika ditanya wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Rabu (19/1) kemarin.
Lanjutnya, pemberian vaksin covid-19 bagi anak-anak usia 6 sampai 11 tahun itu penting. Pertama hal itu ada kaitannya dengan rendahnya capaian vaksin Covid-19 terhadap usia rentan dan juga lansia di Kabupaten Jayapura. Dengan diberikan vaksin Covid-19 pada anak-anak, maka bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di mana dikhawatirkan anak-anak justru akan menjadi rantai atau perantara penyebaran Covid-19 dari luar ke rumah.
“Misalnya dia di sekolah ketika dia tidak divaksin pasti dia akan terpapar Covid-19. Kalaupun daya tahan tubuh si anak ini bagus, sudah pasti akan terpapar ke orang lain yang sifatnya jauh lebih rentan terpapar Covid-19 seperti lansia,”jelasnya.
Diakuinya, saat ini ada banyak orangtua yang belum mengizinkan anaknya untuk divaksin Covid-19. Pihaknya menyadari memang perlu terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, dalam hal ini orang tua mengenai manfaat dan tujuan vaksin Covid-19 .
Dia menambahkan, target capaian anak-anak yang harus divaksin di Kabupaten Jayapura sebanyak 20 2470. Sejauh ini sudah ada sekitar 700 anak-anak yang sudah divaksin Covid-19 atau lebih dari 2%.
“Sejauh ini kita melakukan komunikasi ke dinas pendidikan. Ada kebijakan di setiap sekolah mewajibkan anak-anak untuk divaksin sebelum melaksanakan tatap muka 100″ tambahnya. (roy/ary)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…