

Petugas Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura Saat Memasang Karpet Disinfektan, di Bandara Sentani, Pada (28/7) (Foto/Humas Karantina Pertanian)
JAYAPURA-Untuk mencegah masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke Provinsi Papua, Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura melakukan pemasangan karpet Disinfektan di beberapa pintu masuk baik jalur laut maupun udara. Diantaranya Bandara Udara Sentani, Pelabuhan Laut Jayapura, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw hingga Bandar Udara Wamena.
Kepala Karantina Pertanian Jayapura Muhlis Natsir mengatakan, Pemasangan Karpet Disinfektan ini merupakan bagian dari upaya untuk melakukan inovasi berdasarkan data yang terukur, demi mencegah masuknya virus PMK di Papua, salah satunya dengan memfasilitasi Karpet Disinfektan.
“Kita terus berupaya melakukan langkah pencegahan dengan meminimalkan potensi penyebaran PMK melalui manusia sebagai carrier/pembawa virus tersebut, sehingga saat menginjak karpet, virus yang kemungkinan ada pada alas kaki ataupun roda koper serta barang bawaan bisa terdisinfeksi” jelas Muhlis kepada wartawan, Kamis (18/8).
Menurutnya, karpet disinfektan terdiri dari dua bahan, yakni karpet karet tebal bertekstur seperti mie untuk menampung cairan desinfektan dan karpet berbahan katun bludru untuk mengeringkan alas kaki ataupun seluruh media yang telah melintas pada cairan desinfektan.
Lebih lanjut dia sampaikan karpet disinfektan ditempatkan di pintu keberangkatan dan kedatangan disertai dengan tulisan perintah untuk menginjak karpet. Lebih lanjut karpet disinfektan ini akan terus dikontrol dengan melakukan penyemprotan berkala cairan disinfektan agar efektifitasnya mencegah penyebaran virus dapat terjaga.
“Berdasarkan data Kementrian, virus PMK memiliki tingkat penyebaran atau penularan yang sangat cepat. Baik melalui kontak langsung maupun secara tidak langsung, seperti kontak virus dengan manusia hingga sarana dan prasarana transportasi yang terkontaminasi dari daerah peternakan yang terjangkit PMK,” terang Kepala Balai Karantina Pertanian Jayapura.
“Pemasangan karpet ini menjadi bukti nyata komitmen dan tugas Karantina pertanian Jayapura bersama seluruh instansi terkait dalam menjaga papua dari jangkitan virus pmk yang telah merebak ke di berbagai tempat di Indonesia,” lanjutnya. (rel/tri)
Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…
Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…
Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…
Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan, dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…
Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…
Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, mengungkapkan bahwa penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…