Categories: PARIWARA

Minta Polda – polda Genjot Program Vaksin

Wakapolri: 6 Januari Omicron Meledak di Indonesia

JAYAPURA – Wakapolri Komjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si mengatakan bahwa tanggal 6 Januari 2022 lalu merupakan waktu terjadinya peningkatan kasus tertinggi virus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia.

  Karenanya ia meminta agar presentase vaksin yang dilakukan oleh jajaran Polda di seluurh Indonesia bisa lebih digenjot untuk terjadi pemerataan imun tubuh hingga terbentuk herd immunity. Ini sebagaimana disampaikan Wakapolri, Gatot Eddy saat menggelar teleconference se Indonesia selama satu jam pada Selasa (11/1).

  Polda Papua sendiri langsung diikuti oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K didampingi PJU Polda Papua.

Wakapolri awalnya menyampaikan terimakasih atas usaha seluruh jajaran yang sudah bekerja keras untuk program percepatan vaksinasi ini. Disebutkan bahwa dalam peningkatan jumlah kasus Covid-19 varian Omicron ini mayoritas orang yang terpapar berasal dari mereka yang melakukan perjalanan luar negeri.

  “Untuk presentase Vaksinasi usia Lansia secara nasional kurang 1 persen lagi dosis I bisa mencapai 70% sedangkan untuk Anak-anak usia 6-11 tahun masih 25%. Ini yang perlu kita atensi dan target pemerintah bulan Maret 2022 harus sudah mencapai 100%. ,” kata Wakapolri.

  Ia juga memberi atensi kepada para Kapolres yang progress vaksinasinya belum mencapai 70%. Untuk Polres yang belum mencapai 65% pada dosis I ada 70 Kabupaten/kota. Sedangkan Polres yang sudah mencapai 65% namun belum 70% presentase vaksinasinya, terdapat 61 kabupaten kota.

  Pada kesempatan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K mengatakan bahwa upaya percepatan vaksinasi kami sedang fokus pada daerah transit yang jumlah penduduknya lumayan banyak. “Kami juga sudah perintahkan Kapolres daerah transit untuk memberi antensi lebih  mengingat untuk yang cluster PON sendiri sudah mencapai 70%,” bebernya.

  Dalam pelaksanaan vaksinasi ini kami memerlukan sinergi dan kerjasama dengan instansi terkait. Kami juga telah berkordinasi dengan intansi terkait untuk membenarkan data/sasaran vaksin. Untuk vaksinasi kepada anak-anak, kemarin baru kami mulai, namun secepatnya kami akan garap agar dapat mencapai target yang ditentukan.

   “Harus kami akui bahwa saat ini stigma dan hoax masih menjadi factor sulitnya orang menerima vaksin. Meski tidak semua namun ini membutuhkan kerja keras untuk meyakinkan masyarakat,” ungkapnya belum lama ini. (ade/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago