Categories: PAPUA TENGAH

Dalam Situasi Covid-19, Guru Dituntut Kreatif Berikan Edukasi

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebutkan bahwa guru-guru mulai kreatif memberikan edukasi bagi peserta didik yang sementara belum dapat kembali ke sekolah.

Hal ini disampaikannya usai mengunjungi Wamena, Jayawijaya dan Tiom, Lanny Jaya, beberapa waktu lalu. Terdapat beberapa metode yang diterapkan untuk tetap memberikan edukasi bagi peserta didik di rumah.

“Pertama,  walaupun jaringan internet agak susah, namun di Kota Wamena masih tetap gunakan. Whatsapp group hingga radio pun masih digunakan untuk mendapatkan edukasi. Bahkan radio mengambil banyak kesempatan dalam memberikan program yang berkaitan dengan edukasi,” ungkap Christian Sohilait, Senin (27/7) lalu.

 Adapula sekolah yang menerapkan sistem belajar di rumah, namun materi pembelajarannya disediakan oleh pihak sekolah. Setelah materi selesai dipelajari di rumah, kemudian dapat dikumpulkan lagi ke sekolah, sesuai waktu yang telah ditentukan pihak sekolah.

 “Ini bukan hanya terjadi di Wamena,  saya mendapat laporan bahwa metode-metode seperti ini diterapkan juga di kabupaten lainnya, seperti di Yapen, Merauke dan Nabire. Bahkan di Yahukimo dan Wamena juga mendapat asistensi dari komunitasi RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia),” tambahnya.

Dari Wamena, Sohilait bertolak ke Tiom, Lanny Jaya. Kata Sohilait, di Tiom sekolah belum operasional, sehingga peserta didik berada di komunitasnya masing-masing. Guru-guru yang menyambangi peserta didik ini di komunitas-komunitas dengan membawa buku-buku pelajaran.

Sohilait mengakui bahwa frekuensi peserta didik untuk belajar menjadi sangat berkurang. Namun, dirinya memaklumi hal tersebut, mengingat situasi Covid-19 seperti saat ini. Intinya, proses tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Kita akan evaluasi pada 31 Juli nanti. Kalau pada 31 Juli tersebut, fluktuasi pandemi Covid-19 masih tinggi, maka akan diambil kebijakan selanjutnya seperti apa. Kalau kasusnya sudah turun, maka akan ada kebijakan lain,” pungkasnya. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

TPNPB-OPM Didesak Tunjukkan Bukti

Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…

31 minutes ago

Terduga Maling Ayam di Tabanan Tewas Dimassa Viral di Medsos

Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…

3 hours ago

Berawal dari Melihat Ortu Siswa Habiskan Waktu dengan Ngobrol

Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…

4 hours ago

AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Stok Amunisi Dilaporkan Sudah Menipis

Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…

5 hours ago

Resmi! Menpan RB Restui 9 Instansi Buka Rekrutmen CPNS 2026 via Sekolah Kedinasan

Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…

6 hours ago

Pengelolaan Aset di DPRP Berpotensi Jadi Temuan

Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…

7 hours ago