

JAYAPURA- Dalam dua kali kunjungannya di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi, Jayapura Selatan, nampaknya memicu harapan besar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letnan Jendral Doni Monardo, untuk mendorong pengembangan potensi perikanan di Provinsi Papua, dalam hal ini di Kota Jayapura.
Tidak tanggung-tanggung, di mana BNPB Pusat akan mengundang dan memfasilitasi 10 pemuda nelayan Hamadi untuk belajar mengelola ikan di Ambon, Maluku.
Letjen Monardo berharap, melalui pelatihan selama sekiranya 10 hari di Ambon, dapat meningkatkan kapasitas nelayan Hamadi.
“Dalam kunjungan saya 2 kali ke Hamadi, saya melihat potensi ikan tuna di Hamadi, menurut saya, tidak kalah dengan yang ada di Maluku. Bukan apa, sebab, over-produksi tiap hari, di mana berton-ton ikan tuna yang ternyata tidak terserap juga secara keseluruhan oleh pasar,” ujar Letnan Jendral Doni Monardo, Rabu (26/4) lalu.
“Nah, saya yakin, kalau ini dapat dikelola dengan baik, maka nelayan-nelayan di Papua akan menjadi nelayan paling sejahtera di Indonesia,” tambahnya lagi.
Sementara itu, menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Drs. FX Mote., M.Si., menganggap langkah yang dilakukan itu sangat baik, yang mana juga untuk ikut membantu pemerintah.
“Namun, mesti diperhatikan agar dari 10 orang yang dikirim ini harus dibagi berdasarkan kategori pelatihannya. Jangan tiap orang itu belajar semua dari pengelolaan ikan, budidaya ikan, sampai dengan pemasaran ikan,” sebut Drs. FX Mote., M.Si., Jumat (26/4) terpisah.
Sebaliknya, dari 10 orang ini dibagi, sehingga ada yang khusus belajar pengelolaan ikan, ada yang belajar budidaya ikan, dan ada pula yang belajar pemasaran ikan, sehingga dapat kemudian disinkronasikan.
“Ini langkah awal yang baik bagi peningkatan kapasitas nelayan di Kota Jayapura. Hanya saja, Kota Jayapura ini mengategorikan nelayan menjadi tiga, yakni nelayan Papua, nelayan nusantara, dan nelayan Port Numbay, sehingga timbul pertanyaan nelayan Port Numbay mana yang dipersiapkan. Pasalnya, 10 orang yang dikirim ini semuanya nelayan Papua, sehingga nelayan asli Port Numbay, yang memiliki marga suku di Kota Jayapura ini ada di mana,” pungkasnya. (gr/ary)
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…