Categories: PAPUA TENGAH

Pemprov Wujudkan Pengadaan Barang dan Jasa yang Kradibel

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menggelar koordinasi Aparat Penegak Hukum  (APH) dan Aparat Pengawas Internal  Pemerintah (APIP) serta kegiatan Bimtek peningkatan kompotensi penyusunan sasaran kinerja Pegawai (SKP) dan penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional, Selasa (22/11).

Pejabat Analis Kebijakan Madya Provinsi Papua Hans Hamadi menyampaikan, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah tidak hanya terkait dengan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa tetapi sangatluas, terkait dengan berbagai peraturanperundang-undangan.

“Ada peraturan teknis seperti Undang-Undang Jasa Konstruksi dan berbagai peraturan pelaksananya, Undang-Undang yang terkait dengan PBJ, Undang-undang tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Tentang Tindak Pidana Korupsi dan lain-lain,” kata Hans dalam membaca sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Ia juga menyampaikan patut memberikan apresiasi kepada narasumber dari LKPP RI, KejaksaaanTinggi Papua, Kepolisian Daerah Papua yang mendukung Pemerintah Provinsi Papua dalam melakukan koordinasi Pengaduan Masyarakatterkait Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Menurut Hans, untuk mewujudkan Pengadaan Barang/Jasa yang kredibel,akuntabel maka diperlukan Sumber Daya Manusia yang mempunyai kompetensi khusus sebagai Pengelola PegadaanBarang/Jasa Pemerintah. Sebagaimana pejabat fungsional pengelola PBJ Provinsi Papua sampai saat ini berjumlah 30 orang dari kuota yang telah ditetapkan oleh LKPP danKemenpan-RB yaitu sebanyak 59 orang.

“Pejabat fungsional PBJ wajib mengikuti dan lulus seluruh standar kompetensi tetapi juga ada hak-hak yang harus didapatkan,” kata Hans.

Untuk itu lanjut Hans, dilaksanakan Bimtek Peningkatan Kompetensi penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional PPBJ agar pejabat/pengelola PBJ lebih memahami penyusunan sasaran kinerja dan bagaimana memperoleh angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. (fia/gin)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

6 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

14 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

15 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

17 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

18 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

19 hours ago